Sembilan korban bentrok Mesuji masih dirawat di RS

id bentrok mesuji, rs bhayangkara, polda lampung

Sembilan korban bentrok Mesuji masih dirawat di RS

RS Bhayangkara Polda Lampung (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Bandarlampung (ANTARA) - Sembilan korban bentrok antarwarga di Mesuji saat ini masih dirawat intensif di RS Bhayangkara karena mengalami luka-luka berat dan ringan.

"Jumlah korban bentrok antarwarga di Mesuji sejak kemarin sembilan orang di rawat di ruang Kutilang dan Gelatik RS Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Kamis.

Baca juga: 200 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan ke Mesuji

Pandra mengatakan korban yang mengalami luka berat dan ringan, akan menjalani penanganan medis lanjutan.

Sementara itu, sejumlah wartawan masih berada di RS Bhayangkara sejak pagi hari untuk meliput kondisi pasien akibat bentrok antarwarga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB di Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM.

Baca juga: 500 personel gabungan dikerahkan ke lokasi bentrok Mesuji

Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi KHP Register 45 Mekar Jaya Abadi.

Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok Mekar Jaya Abadi.

Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi. Mengetahui itu, warga tersebut memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.

Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama itu, operator bajak itu disuruh pulang, kemudian kembali membawa rekannya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.

Bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan empat orang tewas dan delapan orang luka berat dan satu luka ringan di rawat di RS Bhayangakara, Bandarlampung.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar