Truk kontainer ekspor Sekabel konvoi "branding" Jokowi-Ma'ruf

id Belasan kontainer Sekabel kovoi branding Jokowi Ma'ruf

Truk kontainer ekspor Sekabel konvoi

Sejumlah pengusaha kayu Solo Raya tergabung organisasi relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi sebelum berangkatkan konvoi belasan truk kontainer dengan branding Jokowi-Ma'ruf di pintu masuk tol Bangak Boyolali, Rabu. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Belasan truk kontainer milik organisasi relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi melakukan ekspor mebel dengan acara konvoi melalui jalan tol dari Solo Raya menuju ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah, Rabu.

Bahkan, konvoi truk kontainer yang memuat mebel kayu, funitur, dan industri barecore itu diekspor ke negara-negara Eropa dengan branding pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin menuju Pelabuhan Tanjung Emas.

Menurut Adi Dharma Santoso selaku koordinator ekspor, dengan mem-branding belasan kontainer dengan paslon nomor 01 itu untuk menunjukan keberhasilan pemerintah Jokowi dalam membangun infrastruktur seperti jalan Trans Tol Jawa sehingga bisa lebih efisien.

Adi menjelaskan sejarah perkembangan dunia usaha tidak pernah terlepas dari pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Demikian pula dunia industri perkayuan dan permebelan, katanya, tidak pernah terlepas dari ketiga hal penting di atas.

Menurut dia, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan sektor usaha perkayuan dan permebelan, pembangunan prasarana jalan arteri dan jalan tol sangat mendukung bahan baku maupun barang jadi untuk pasar ekspor dan domestik menjadi lancar dan tepat waktu.

Hal tersebut, lanjut dia, menunjang daya saing yang meningkat karena kualitas barang menjadi terjaga, ketepatan waktu dalam menenuhi jadwal pengiriman dari dan ke pelabuhan menjadi bisa diandalkan.

"Kualitas sumber daya manusia di bidang industri perkayuan dan permebelan makin meningkat seiring peningkatan kualitas hidup dan kesehatan para pekerja dan keluarganya. Jaminan kesehatan dan hari tua menjadi salah satu program pemerintah yang mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia saat ini," katanya.

Dengan makin mudahnya akses ke sentra-sentra bahan baku kayu, kata dia, memungkinkan pengawasan, pengelolaan hutan, dan hasil hutan makin membaik sehingga pasokan bahan baku kayu untuk industri menjadi lebih terjamin.

1.000 kontainer
Sekjen Sekabel Hari Basuki mengatakan konvoi keberangkatan belasan kontainer yang menjadi bagian dari potensi ekspor Solo Raya. Potensi ini dalam industri perkayuan dan mebel terdiri permebelan, industri barecore, dan funitur.

"Kami Sekabel rata-rata melakukan ekspor ke Eropa, Laut Tengah, Jepang, dan Amerika Serikat (AS), dengan volume sekitar 300 kontainer per bulan, sedangkan industri barecore mencapai 700 kontainer, sehingga totalnya bisa mencapai 1.000 kontainer per bulan, " kata Hari Basuki.

Pihaknya mengapresiasi kinerja pemerintah saat ini, yang telah berhasil membangun koneksitas Jawa melalu Trans Tol Jawa dari Merak, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak yang kini sudah terhubung semuanya. Hal ini, akan menjadi potensi untuk lebih berhasilnya pertumbuhan industri atau ekonomi di masing-masing ibu kota/kabupaten yang dilewati.

"KIta berbicara soal Solo Raya akan  melebar ke timur daerah Ngawi, Madiun Jatim. Koneksitas akan terhubungi melalui tol laut yang digagas oleh Presiden Jokowi. Jadi empat belabuhan besar itu akan menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan ekonomi nasional," kata Basuki.

Juru bicara relawan Sekabel Jokowi, Begog Djoko Winarso, mengatakan dengan adanya konvoi belasan truk kontainer branding pasangan Jokowi-Maruf dari Pintu masuk tol Colomadu menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, maka relawan Sekabel tetap solid mendukung paslon 01.

"Sekabel tetap berkativitas seperti biasa melakukan ekspor sehingga perekonomian nasional terus meningkat dengan banyaknya pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi," kata Begog. 


 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar