Ganjar traktir tahu kupat pada dua pengemis di Magelang

id ganjar traktir pengemis

Ganjar traktir tahu kupat pada dua pengemis di Magelang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menraktir makan kupat tahu dua perempuan pengemis di Kota Magelang. (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)

Magelang (Antaranews Jateng) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menraktir makan tahu kupat dua orang pengemis yang biasa mangkal di Jalan Tentara Pelajar, Kota Magelang, Jumat.
 
Ajakan makan siang tersebut bermula saat Ganjar mampir di Warung Kupat Tahu Pojok di sela melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Magelang.
 
Begitu turun dari mobil dinas, Ganjar yang hendak langsung masuk warung makan tiba-tiba dicegat dua perempuan pengemis yang sekadar ingin bersalaman dengan orang nomor satu di Jateng itu.
 
"Sudah makan belum?," tanya Ganjar dalam bahasa Jawa dan langsung mengajak kedua pengemis itu untuk santap siang.
 
Sembari menunggu kupat tahu disajikan, Ganjar dan dua pengemis nampak asyik mengobrol sambil diiringi nyanyian pengamen yang juga biasa mangkal di depan warung tersebut.
 
"Asli kulo Grabag, Pak, biasanya 'nggih namung buruh tandur' 15 ribu setengah hari upahnya," kata Sofyah.
 
Suwartinah, rekan Sofyah menambahkan mereka membuat kerajinan tas keranjang atau mengemis jika tidak bekerja di sawah.
  
"Mengemis sebagai sampingan saat tidak musim tanam, ini saja baru dapat Rp4.000, nanti dibagi dua," katanya kepada Ganjar.
 
Begitu pesanan makanan disajikan, dua perempuan tersebut lantas menyantap kupat tahu.
 
Ganjar juga memesankan beberapa porsi kupat tahu untuk anak dan cucu Sofyah, serta Suwartinah yang ada di rumah masing-masing.
 
Usai menyantap kupat tahu, kedua pengemis tersebut melantunkan selawat saat diminta Ganjar untuk menyanyikan lagu dengan diiringi pengamen yang biasa mangkal disana.
 
Bahkan, lantunan selawat mereka pun menggoda Ganjar ikut menyanyi bersama.
 
Sebelum meninggalkan warung kupat  tahu, Ganjar berpesan agar keduanya menjaga kesehatan dan selalu rukun dengan saudara maupun teman-temannya. (LHP) 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar