Logo Header Antaranews Jateng

Neraca perdagangan Jateng defisit 8,19 miliar dolar AS

Jumat, 18 Januari 2019 16:59 WIB
Image Print
Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono (Foto: I.C. Senjaya)

Semarang (Antaranews Jateng) - Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan Jawa Tengah selama 2018 mengalami defisit sekitar 8,19 miliar dolar Amerika Serikat.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Jumat, mengatakan nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah selama Januari hingga Desember 2018 mencapai 6,588 miliar dolar AS.

Adapun nilai impor kumulatif Jawa Tengah selama periode Januari hingga Desember 2018 mencapai 14,778 miliar dolar AS.

"Nilai impor Jawa Tengah selama 2018 mengalami kenaikan 38,66 persen dibanding 2017 yang mencapai 10,658 miliar dolar AS," katanya.

Adapun produk impor yang masuk ke Jawa Tengah, lanjut dia, masih didominasi oleh komoditas dari Tiongkok dengan total nilai impor mencapai 4,175 miliar dolar AS.

Produk mineral, mesin, dan pesawat mekanik, serta tekstil dan barang tekstil menjadi komoditas tertinggi dalam berkontribusi terhadap impor.

Untuk ekspor Jawa Tengah, kata dia, Amerika Serikat masih menjadi yang utama sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai mencapai 1,826 miliar dolar AS.

Tekstil dan barang tekstil, kayu, dan barang kayu, serta berbagai macam hasil pabrik merupakan tiga komoditas andalan ekspor dari Jawa Tengah ke berbagai negara di luar negeri.

Komoditas nonmigas, lanjut dia, masih mendominasi produk ekspor maupun impor di Jawa Tengah.

Dari data BPS diketahui, nilai impor komoditas migas selama 2018 mencapai 5,635 miliar Dolar AS atau mencapai 38,13 persen dari total nilai impor Jawa Tengah.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026