
Akademisi ingatkan permasalahan irigasi pada musim hujan

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Curah hujan tinggi pada saat ini dapat menimbulkan permasalahan irigasi sehingga perlu dilakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi, kata Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Asna Mustofa.
"Salah satunya memastikan saluran pembuangan berfungsi dengan baik," katanya di Purwokerto, Jumat.
Dia menjelaskan, saluran pembuangan pada sistem irigasi berperan penting pada musim hujan guna mencegah sawah terendam air.
"Saluran pembuang berfungsi untuk membuang kelebihan air di petak sawah. Kondisi saluran pembuang yang kurang baik menyebabkan kelebihan air dan pada akhirnya mengakibatkan sawah terendam air," katanya.
Dia menambahkan, sawah yang terendam biasanya terjadi di lahan-lahan yang cekung maupun di lahan-lahan yang tingkat kemiringannya kecil.
"Untuk wilayah yang cekung, cenderung tidak bisa tanam saat musim hujan, sehingga mengurangi luas tanam," katanya.
Sementara untuk wilayah yang masih memungkinkan, kata dia, langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan menormalisasi saluran pembuang.
"Permasalahan saluran pembuang, biasanya disebabkan karena pendangkalan dan banyak tanaman di saluran pembuang tersebut," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya pernah menemukan sawah di daerah Sumpiuh, Banyumas, yang terendam air karena saluran pembuangan yang kurang baik.
"Beberapa kasus lain juga kami temukan di wilayah Cilacap dan Kebumen," katanya.
Untuk itu, kata dia, para petani harus terus disosialisasikan mengenai pentingnya memastikan saluran pembuang dalam kondisi baik.
Hal tersebut guna menjaga produktivitas pertanian terjaga dengan baik.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
