Film pendek Karya Surya Sahetapy diputar di Festival Film Tuli Shanghai

id film pendek karya sahetapi,diputar di china

Film pendek Karya Surya Sahetapy diputar di Festival Film Tuli Shanghai

Poster film pendek Silent in Sound di SHIDFF 2018 (Istimewa)

Festival film khusus penyandang tuna rungu itu untuk pertama kalinya digelar

Beijing (ANTARA News) - Film pendek karya Surya Sahetapy berjudul "Silent in Sound" diputar di Festival Film Tuli Internasional di Shanghai (SHIDFF) 2018.

Film yang diproduseri oleh Hasna Mufidah tersebut diputar dua kali di Pearl Theatre selama festival tersebut digelar di kota terbesar di daratan China itu pada 21-23 September 2018.

Film berdurasi 4 menit tersebut melibatkan tujuh orang komunitas tuna rungu Indonesia, termasuk Surya yang merupakan anak kedua dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull.

Film yang mengisahkan tentang seorang penari wanita itu disaksikan 75 orang komunitas tuna rungu dari berbagai negara.  

"Film ini menunjukkan hasil karya pelaku seni dari komunitas tuna rungu Indonesia," kata Pelaksana tugas Konsulat Jenderal RI di Shanghai Wanda Adriano, Selasa.

Festival film khusus penyandang tuna rungu itu untuk pertama kalinya digelar. Selain Indonesia, beberapa negara yang terlibat dalam festival itu adalah Amerika Serikat, Austria, Inggris, Jerman, Kanada, Rusia, dan China selaku tuan rumah.
https://www.antaranews.com/berita/750747/kenapa-mesti-ajak-china-ramaikan-perfilman-nasional

Dengan mengusung tema "Using the power of film and art for social inclusion", festival tersebut menjadi ajang berbagi hasil karya komunitas serta memperluas jaringan bagi peserta.

Selain pemutaran film, SHIDFF juga diisi dengan lokakarya seni. "Kami berharap keikutsertaan Indonesia bisa terus berlanjut pada festival serupa yang akan datang. Kami juga berharap peran aktif komunitas tuna rungu dapat menjadi media 'people to people contact' China-Indonesia serta menjadi inspirasi komunitas tuli dan komunitas lainnya untuk terus berkarya meskipun terdapat keterbatasan fisik," ujar Wandi. (Editor : Ida Nurcahyani).
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar