Bulog siap gelar OP di lima kabupaten

id bulog pati siap, menggelar operasi pasar, beras medium,di lima kabupaten,operasi pasar beras

Bulog siap gelar OP di lima kabupaten

Kepala Perum Bulog sub-Divre II Pati Muhammad Taufiq melepas secara simbolis truk pengangkut beras yang akan melakukan operasi pasar beras di gudang Bulog Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Selasa (4/9). (FOTO: Dok. Bulog Pati)

Pati (Antaranews Jateng) - Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, siap menggelar operasi pasar beras di lima kabupaten guna menjamin ketersediaan beras kelas medium dan stabilisasi harga jual beras di pasaran.

Menurut Kepala Perum Bulog sub-Divre II Pati Muhammad Taufiq di Pati, Selasa, OP beras yang dilakukan secara serentak di Tanah Air, sedangkan untuk wilayah Bulog Pati peresmiannya dipusatkan di gudang Bulog Sukokulon,Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Selasa.

Dalam pelaksanaan OP beras di wilayah kerja Bulog Pati, kata dia, diserahkan kepada masing-masing kepala gudang beras Bulog yang tersebar di lima kabupaten.

 Kelima kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora.

 "Kami berharap masing-masing kepala gudang memiliki kreativitas dalam melakukan OP beras agar tujuan utamanya bisa tercapai," ujarnya.

 Pelaksanaan OP beras di masyarakat, katanya, bisa melalui Rumah Pangan Kita (RPK), mitra pangan, distributor dan mitra kerja Bulog.

 Ia mempersilakan masyarakat yang menginginkan Bulog melakukan OP di wilayah tertentu untuk berkoordinasi dengan kepala gudang Bulog setempat.

"Kami juga berkoordinasi dengan dinas perdagangan masing-masing kabupaten terkait kegiatan tersebut," ujarnya.

Harga beras kelas medium yang ditawarkan, katanya, per kilogramnya sebesar Rp8.100 untuk posisi di gudang, sedangkan beras kemasan ukuran kecil juga disediakan dengan harga berbeda karena terdapat biaya kemasan.

 Di antaranya, kemasan isi 5 kilogram, 10 kilogram, 15 kilogram dan 25 kilogram.
 
Untuk harga jual beras kemasan, katanya, sebesar Rp8.550 per kilogramnya karena ada tambahan biaya lainnya.

Kegiatan OP beras tersebut, katanya, direncanakan berlangsung hingga 31 Desember 2018 dan pelaksanaannya di lapangan bersifat tentatif.

"Target kami bukan soal kuantitas beras yang bisa dijual ke pasaran, melainkan di pasaran tidak ada kelangkaan beras dan harga jualnya juga tetap terkendali," ujarnya.

Beras yang tersedia di gudang Bulog Pati, katanya, cukup melimpah dan berapapun kebutuhan masyarakat dipastikan bisa dipenuhi, mengingat stok beras yang ada sekarang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama sembilan bulan.

 Total serapan beras Bulog Pati melalui mitra hingga saat ini mencapai 45.000 ton atau 59 persen dari target setahun sebanyak 78.000 ton.

 Sementara stok yang tersedia di gudang sekarang ini mencapai 34.000 ton dan memiliki ketahanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sembilan bulan. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar