Logo Header Antaranews Jateng

Pengelola tol di Jateng diminta berbagi rest area dengan UMKM

Kamis, 16 Agustus 2018 11:21 WIB
Image Print
Pekerja menata papan petunjuk untuk dipasang di lokasi 'Rest Area' (tempat peristirahatan) darurat di ruas Tol Semarang-Salatiga KM 49, Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/6). PT Trans Marga Jateng (TMJ) menyiapkan tiga lokasi 'rest area' darurat di ruas Tol Semarang-Salatiga, sementara PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menyiapkan dua titik rest area di ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura bagi pemudik melepas letih. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/18.

Semarang (Antaranews Jateng) - Pengelola Tol Trans Jawa yang melintas di Provinsi Jawa Tengah diminta mengakomodasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjajakan produk-produknya di "rest area".

"Saya sudah memerintahkan kepada instansi-instansi terkait supaya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi jalan tol untuk mengakomodasi pelaku UMKM agar dapat membuka usaha di `rest area`," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Kamis.

Sedikitnya ada empat kabupaten/kota di Jateng yang belum mempunyai "rest area" yakni Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Karanganyar.

Sekda menegaskan, "rest area" jalan tol harus bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan perekonomian kerakyatan, termasuk UMKM.

"Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton jalan tol yang melintasi Jateng, sedangkan banyak produk UMKM dan beragam produk unggulan daerah banyak tersebar di sepanjang ruas tol Jateng," ujarnya.

Menurut Sekda, percepatan pembangunan proyek strategis nasional di Jateng itu sangat bagus, tapi dengan catatan harus tetap memerhatikan kepentingan rakyat.

Dengan pelibatan masyarakat, kata dia, maka pelaksanaan proyek strategis nasional akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional harus segera dilaksanakan, termasuk proyek Tol Trans Jawa, namun di satu sisi jangan sampai masyarakat tidak ikut terlibat memanfaatkan `rest area` untuk usaha," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026