Logo Header Antaranews Jateng

DPRD Jepara inspeksi elpiji 3 kilogram

Jumat, 27 Juli 2018 19:51 WIB
Image Print
Sejumlah anggota Komisi B DPRD Jepara melihat isi gudang tabung elpiji 3 kg di gudang milik PT Ngupoyo Harsini Ramhat Mulyo di Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jumat (27/8). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kami juga berharap pihak agen memberikan rambu dan sanksi bagi pangkalan yang melanggar HET elpiji 3 kg

Jepara (Antaranews Jateng) - Anggota Komisi B DPRD Jepara melakukan inspeksi ke salah satu gudang penyimpanan elpiji ukuran tiga kilogram milik salah satu agen di Jepara untuk memastikan ketersediaan komoditas bersubsidi tersebut, Jumat.

Gudang penyimpanan yang menjadi sasaran inspeksi, yakni gudang agen elpiji 3 kg milik PT Ngupoyo Harsini Rahmat Mulyo di Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Dalam inspeksi tersebut, rombongan anggota Komisi B DPRD Jepara hanya mendapati beberapa tabung elpiji kosong.

Menurut Saiful Akrom, penjaga gudang agen elpiji 3 kg milik PT Ngupoyo Harsini Ramhat Mulyo, gudang itu jarang untuk menyimpan tabung elpiji yang sudah ada isinya. Tabung elpiji yang terisi dari stasiun pengisian langsung didistribusikan ke pangkalan.

Apalagi, lanjut dia, kuota masing-masing pangkalan sudah ditentukan sehingga langsung didistribusikan yang setiap harinya mendapatkan alokasi 1.120 tabung.

Terkait dengan harga jual elpiji di tingkat konsumen yang melambung tinggi, kata dia, sejauh ini pasokan lancar.

"Pangkalan yang mendapatkan pasokan kurang dari 50 tabung diminta mengutamakan konsumen rumah tangga, sedangkan pangkalan yang lebih dari 100 tabung kelebihan dari kebutuhan konsumen rumah tangga bisa dijual kepada pedagang yang akan dijual kembali," ujarnya.

Ia selalu menekankan untuk menjual elpiji 3 kg sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Ketua Komisi B DPRD Nur Hamid mengungkapkan inspeksi kali ini merupakan yang kesekian kalinya.

Hal itu, kata dia, didasari keluhan masyarakat karena mahalnya harga elpiji 3 kg di tingkat konsumen yang antara Rp17.000 hingga Rp25.000 per tabung, sedangkan HET di tingkat pangkalan Rp16.000 per tabung.

Menurut dia, agen elpiji 3 kg seharusnya memiliki peran dalam stabilitas harga di tingkat konsumen agar setiap pangkalan atau pengecer tidak menjual dengan harga seenaknya.

Terkait gudang yang kosong, kata dia, justru baik karena elpiji 3 kg tidak ditimbun, melainkan langsung didistribusikan kepada masyarakat.

Berdasarkan keterangan dari pihak agen, kata dia, naiknya harga jual elpji 3 kg diduga karena permainan dari para pengecer sendiri, sedangkan pihak agen sudah sesuai ketentuan.

"Kami juga berharap pihak agen memberikan rambu dan sanksi bagi pangkalan yang melanggar HET elpiji 3 kg," ujarnya.

Inspeksi, kata dia, perlu dilanjutkan ke agen elpiji lainnya guna memastikan apakah kondisi serupa juga terjadi di gudang elpiji milik agen lainnya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026