Logo Header Antaranews Jateng

Cabup Kudus jalani coklit hari pertama

Sabtu, 20 Januari 2018 20:40 WIB
Image Print
Seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menyerahkan formulir kepada Hartopo, bakal calon wakil bupati Kudus yang didatangi PPP untuk dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 pada hari pertama, Sabtu (20/1). (foto: Dok. Bawaslu Kudus)

Kudus (Antaranews Jateng) - Sejumlah calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus menjadi sasaran Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pilkada setempat pada hari pertama, Sabtu.

Sejumlah bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menjadi sasaran, yakni Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan, Hartoyo, serta Bakal Calon Wakil Bupati Kudus Hartopo.

Bakal Calon Wakil Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Sabtu, mengatakan petugas pemutakhiran data pemilih mendatangi dirinya sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saya sendiri tidak menyangka bakal didatangi PPDP pada hari pertama coklit karena di Kudus tentunya masih banyak tokoh lain yang layak mendapat penghormatan seperti itu," kata bakal calon wabup yang akan mendampingi Muhammad Tamzil yang diusung PKB, PPP, dan Partai Hanura.

Hal serupa juga dialami Akhwan, bakal calon bupati dari jalur perseorngan. Pada kesempatan itu, dia juga mendaftarkan anaknya yang sudah berusia 17 tahun per Oktober 2017.

"Diharapkan semua masyarakat di Kudus yang memiliki hak pilih tercatat dan tidak terlewatkan," ujarnya.

Anggota KPU Kabupaten Kudus Syafiq Ainurridho mengatakan bahwa petugas pemutakhiran data pemilih pada hari pertama coklit memang dipersilakan mendatangi orang-orang penting atau ditokohkan di daerahnya masing-masing.

"Jika ada bakal calon bupati dan wakil bupati yang didatangi, tentunya menjadi inisiatifnya petugas di lapangan," katanya.

Pada hari pertama coklit, pihaknya menjadwalkan mendatangi lima tokoh di Kudus, seperti tokoh ulama di Kudus Kiai Sya`roni Ahmadi, Bupati Kudus Musthofa, aktivis perempuan Noor Haniah, tokoh sedulur sikep Budi Santoso serta pengusaha muda Dian Kurniawan Hendratmanto.

Dari kelima tokoh tersebut, hanya Bupati Kudus Musthofa yang belum bisa didatangi PPDP karena ketika dikonfirmasi pada hari Jumat (19/1) malam ternyata belum bisa ditemui. Musthofa sedang ada kegiatan di luar kota.

"Nantinya, penjadwalan coklit kami serahkan kepada PPDP untuk mengaturnya," ujarnya.

Sementara itu, jumlah PPD untuk Pilkada Kudus dan Jateng 2018 sebanyak 1.491 PPDP.

Ribuan petugas PPDP tersebut, kata dia, akan mendatangi minimal lima rumah warga Kudus.

"Setidaknya, akan ada 7.455 rumah penduduk yang akan didatangi petugas pemutakhiran data pemilih untuk pilkada di Kudus dan Jateng 2018," ujarnya.

Coklit data pemilih dijadwalkan dimulai 20 Januari hingga 18 Februari 2018.

Tahapan selanjutnya setelah coklit, KPU Kabupaten Kudus akan menyusun daftar pemilih sementara (DPS) pada tanggal 10 Maret 2018.

DPS tersebut, selanjutnya diumumkan kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan, termasuk masyarakat yang memiliki hak pilih yang belum tercatat di DPS atau meninggal serta pindah alamat masih tercatat di DPS.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026