
Gus Wafi cocok dampingi Sudirman Said

Solo, (Antaranews Jateng - Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Djan Faridz menilai cocok mengusulkan Ahmad Wafi Maimoen Zubair (Gus Wafi) mendampingi calon gubernur Sudirman Said maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.
"Gus Wafi layak mendampingi Sudirman Said maju dalam Pilgub Jawa Tengah 2018," kata Ketua DPP PPP Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), Djafar Alkatiri, disela acara Peringatan Hari Lahir Ke-45 PPP di Gor Manahan Solo, Minggu.
Menurut Djafar Alkatiri Gus Wafi akan berhadapan dengan adik kandungnya, Taj Yasin Maimoen Zubair (Gus Yasin), yang telah diumumkan oleh PDIP sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) untuk mendampingi Ganjar Pranowo (petahana).
Menurut Djafar Alkatiri jika Sudirman Said ingin memilih wakilnya yang berasal dari ulama, maka Gus Wafi orang yang tepat dan cocok.
Dia mengatakan Gus Wafi merupakan orang yang dapat menjaga marwah ayahnya ustadz terkenal, Maimoen Zubair. Gus Wafi dirasakan cocok sekali berpasangan dengan Sudirman Said.
Menurut Ketua Umum DPP PPP, Djan Faridz pencalonan Gus Yasin atau adik dari Gus Wafi warga PPP oleh PDIP tidak berpengaruh kepada partainya. Partainya tidak masalah apa-apa. Partai akan bersikap biasa saja, karena Gus Yasin terpilih menjadi calon wakil Ganjar Pranowo.
Namun, kata Djan Faridz partainya yang dipimpin lebih mengutamakan dukungannya terhadap Sudirman Said sebagai calon Gubernur Jawa Tengah. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, telah sesuai marwah PPP dengan komitmennya menandatangani perjanjian dengan partainya.
Menurut dia untuk calon wakil untuk mendampingi, Sudirman Said pada Pilgub Jateng, partainya akan menyerahkan semuanya kepada beliau.
Menyinggung soal kader PPP hasil Muktamar Jakarta yang tidak mendukung pemerintah, Djan Faridz menganggap wajar terhadap sikap yang ditunjukkan para kadernya itu.
Menurut dia, kader kecewa menjadi salah paham terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mengesahkan PPP kubu Romahurmuziy. Kekecewaan pengurus dari DPW, DPC, dan ranting itu merata.
"Kami menilai seorang menteri itu, mendzalimi keputusan Mahkamah Agung," katanya.
Kendati demikian, pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan, mengingat ada kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat terjadi. Pihaknya harus bijaksana, dan Pemilu juga masih lama, dan masih ada kemungkinan islah, damai, atau bergabung.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
