
Cilacap Kejar PAD Sektor Pariwisata

Cilacap, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berupaya mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Cilacap Murniyah.
"Insya Allah optimistis dapat tercapai meskipun pada APBD Perubahan 2017, target PAD-nya dinaikkan," katanya kepada wartawan usai prosesi sedekah laut di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jumat.
Ia mengatakan dalam APBD Kabupaten Cilacap Tahun 2017, pendapatan dari sektor pariwisata ditargetkan sebesar Rp2 miliar.
Sementara dalam APBD Perubahan, kata dia, target tersebut dinaikkan menjadi Rp2,5 miliar.
"Padahal jika mengacu pada target sebelumnya, sudah tercapai 106 persen. Namun dengan adanya perubahan tersebut, per hari kemarin (5/10) kami hitung baru sekitar 84 persen," katanya.
Terkait dengan hal itu, Murniyah mengatakan pihaknya terus berupaya mencapai target tersebut dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada termasuk saat liburan akhir tahun.
Kendati demikian, dia mengakui ada beberapa kendala dalam upaya mengejar target tersebut, salah satunya proyek pembangunan tanggul penahan abrasi di Pantai Indah Widarapayung.
Menurut dia, proyek pembangunan tanggul tersebut berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan ke Pantai Indah Widarapayung.
"Tapi mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai," katanya.
Disinggung mengenai tiket masuk Pantai Teluk Penyu saat kegiatan sedekah laut, dia mengakui jika selama prosesi tersebut berlangsung, pengunjung dibebaskan dari tiket tanda masuk.
Akan tetapi sebelum dan sesudah prosesi sedekah laut, kata dia, pengunjung Pantai Teluk Penyu dipungut tiket masuk.
"Padahal, prosesi seperti ini tujuannya untuk mengungkit pendapatan dari kunjungan wisatawan. Tapi saya yakin selama prosesi ini berlangsung, banyak pengunjung yang enggak mau membayar tiket masuk," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
