
Warga Kudus Magang Pertanian di Jepang

Kudus, ANTARA JATENG - Sebanyak 15 orang warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikirim ke Jepang untuk mengikuti magang pertanian modern di Negeri Matahari Terbit tersebut.
"Sebelum berangkat ke Jepang, mereka akan dibekali dengan bahasa Jepang," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto, di Kudus, Senin.
Pemberian diklat bahasa Jepang itu bekerja sama dengan LPK Hiro yang dimulai hari ini.
Tempat diklat, kata dia, ruang penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus Kompleks Perkantoran Mejobo.
Menurut dia, merupakan kesempatan bagus untuk peserta magang yang menjadi angkatan pertama dari Kudus untuk belajar dunia pertanian modern di Jepang.
"Kami berharap, mereka bisa mendapatkan ilmu-ilmu terbaru dari Jepang, sehingga ketika pulang bisa mempraktikkan agar pertanian di Kudus menjadi lebih baik dan maju," ujarnya lagi.
Ia berharap, ilmu yang diperoleh bisa ditularkan ke teman-teman pemuda lainnya secara luas, sehingga akan menggantikan para orang tua selama ini bekerja di dunia pertanian dengan cara tradisional.
"Kami optimistis, dunia pertanian di Kudus akan menarik minat para pemuda karena sudah banyak mesin-mesin modern," ujarnya pula.
Penyelenggara Diklat Magang ke Jepang Nur Imron mengatakan, peserta ditargetkan mencapai 100 orang.
Hanya saja, kata dia, saat ini yang lolos seleksi hanya 15 orang, sehingga masih banyak dibutuhkan peserta lagi.
Sebenarnya magang ke Jepang itu, kata dia lagi, banyak tujuan, mulai dari pabrik atau industri manufaktur, konstruksi, garmen, perkapalan, peternakan, perkebunan, dan bidang pertanian.
"Bupati Kudus menginginkan peserta magang dari Kudus difokuskan magang di bidang pertanian, sehingga nantinya bisa membawa ilmu pertanian Jepang ke Kudus," ujar dia.
Dia menjelaskan bahwa program magang ini tidak sama dengan menjadi tenaga kerja Indonesia, mengingat instansi yang memberangkatkan juga berbeda.
Tujuan magang ke Jepang, kata dia, murni untuk mencari ilmu pengetahuan dan keterampilan teknik di perusahaan kecil atau menengah di jepang.
Selain itu, magang tersebut juga untuk meningkatkan dan melatih kedisiplinan, sikap, dan etos kerja serta meningkatkan kesejahteraan peserta magang dan keluarganya.
Selama di Jepang, kata Nur Imron, peserta magang mendapatkan fasilitas apartemen atau rumah tinggal khusus yang dilengkapi dengan semua perabotan dan peralatan untuk menunjang kehidupan sehari-hari peserta magang.
Status magang ke Jepang, yakni sebagai "trainee" selama satu atau tiga tahun atau lebih sesuai bidang, dan akan dipekerjakan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan pengolahan makanan.
Meskipun statusnya magang, kata dia lagi, peserta nantinya juga akan mendapatkan penghasilan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
