
Pertamina Gelar Simulasi Keadaan Darurat Level II

Cilacap, ANTARA JATENG - PT Pertamina (Persero) menggelar simulasi keadaan darurat level II (setingkat direksi) guna melatih kesiapsiagaan organisasi keadaan darurat terminal bahan bakar minyak (TBBM) Lomanis, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam simulasi yang digelar di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Rabu, digambarkan adanya kebocoran pada jalur pipa penyaluran BBM jenis premium dari TBBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Bandung Group akibat aksi pencurian minyak.
Akan tetapi, kebocoran pipa BBM tersebut berkembang menjadi kebakaran sehingga berdampak luas.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, tim dari TBBM Lomanis langsung datang ke lokasi untuk melakukan penanganan pertama bekerja sama dengan aparat terkait.
Oleh karena mempertimbangkan dampak yang diakibatkan dan potensi dampak ke wilayah lain, tim TBBM Lomanis melaporkan kondisi tersebut ke Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) sehingga menjadi keadaan darurat level II (setingkat direksi) dengan kematian (fatality).
Dalam simulasi yang melibatkan sejumlah pihak seperti Polsek Wanareja, Koramik Wanareja, Puskesmas Wanareja, Rumah Sakit Pertamina Cilacap, dan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta juga digambarkan aksi penyanderaan terhadap salah seorang personel TBBM Lomanis oleh warga.
Selain itu, dalam simulasi keadaan darurat tersebut juga digambarkan adanya sejumlah korban jiwa serta kerusakan pompa yang mengakibatkan adanya perbaikan pada jalur pipa Cilacap-Yogyakarta dan Cilacap-Bandung 2.
Oleh karena itu, TBBM Lomanis segera menghentikan penyaluran BBM melalui pipa tersebut yang ditindaklanjuti dengan koordinasi ke Pertamina Marketing Operation Region IV di Semarang.
Selanjutnya, Manajer Suplai dan Distribusi Pertamina MOR IV menyampaikan ke Operation Head TBBM Rewulu dan Operation TBBM Boyolali untuk melakukan alih suplai.
Saat ditemui wartawan, Operation Head TBBM Lomanis Tatok Suwarno mengatakan simulasi tersebut untuk melatih kesiapan Tim Pertamina khususnya TBBM Lomanis dalam menghadapi kondisi darurat yang bisa terjadi kapanpun.
"Kami punya organisasi keadaan darurat yang solid dan setiap saat bisa diandalkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan," katanya.
Menurut dia, simulasi atau latihan tersebut penting agar tim Pertamina selalu waspada dan siaga menghadapi kondisi darurat
Kendati organisasi keadaan darurat telah terlatih, dia mengharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama pihak terkait sehingga latihan ini berjalan dengan baik dan menjadi pembelajaran yang berharga buat kami," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
