
Program SMN Lahirkan Calon "Entrepreneur"

Semarang, ANTARA JATENG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menilai Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi melahirkan calon-calon wirausahawan.
"Setidaknya ada tiga hal yang bisa dikembangkan dari Program SMN, yakni sosial budaya, pendidikan dan `entreprenurship`," kata Kepala Disdikbud Jateng Gatot Bambang Hastowo di Semarang, Minggu malam.
Hal tersebut diungkapkannya usai pisah sambut peserta SMN 2017 dari Bengkulu dan Jawa Tengah yang berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang.
Program SMN merupakan program pertukaran siswa antarprovinsi yang diinisiasi Kementerian BUMN yang dilaksanakan oleh jajaran BUMN di bawahnya, dan tahun 2017 sudah memasuki kali ketiga pelaksanaan.
Tahun 2017, Jateng kedatangan sebanyak 20 siswa yang mewakili Bengkulu ke Jateng yang diinisiasi oleh tiga BUMN, yakni PT Asuransi Jiwasraya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan Perum LKBN Antara.
Sebaliknya, lima BUMN, yakni PT Pertamina, PTPN IX, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko serta PT Bahana mengirim 41 siswa Jateng ke Bengkulu.
Dari bidang sosial budaya, kata Gatot, para peserta SMN bisa belajar banyak mengenai kebudayaan dan kehidupan sosial di daerah lain, sebab mereka juga diajari banyak hal, seperti membatik dan menari.
"Bidang pendidikan, mereka kan bisa membandingkan pendidikan yang ada di sana. Siswa asal Jateng bisa belajar bagaimana sistem pendidikan di sana, sebaliknya siswa dari Bengkulu tahu bagaimana di Jateng," katanya.
Yang ketiga, kata dia, bidang kewirauhaan karena para peserta bisa belajar banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan, misalnya pariwisata dengan memahami potensi yang dimiliki suatu daerah.
"Ya, tidak hanya `entrepreneur`, sebab mereka nantinya juga bisa jadi pemimpin yang bagus. Namun, calon `entrepreneur` ini salah satunya. Peluang apa yang didapat di sana yang bisa dikembangkan," katanya.
Ia mengakui kuota peserta program itu memang bergantung penetapan dari BUMN yang menginisiasi Program SMN sehingga Jateng tahun 2017 hanya bisa mengirimkan 41 siswa perwakilannya ke Bengkulu.
"Kami maunya lebih banyak lagi peserta dari Jateng yang ikut, ya, sudah kami ajukan. Tetapi, kan tergantung yang mendanai. Kami hanya mengusulkan dan membantu seleksi," kata Gatot.
Hadir dalam kegiatan itu, para perwakilan BUMN yang menjadi inisiator Program SMN di Jateng dan Bengkulu, termasuk dari Perum LKBN Antara yang diwakili A Zaenal Muttaqin selaku Kepala Biro Antara Jateng.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
