
KAI Klaim KA Pramex Makin Digemari Masyarakat

Solo, ANTARA JATENG - PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta menyatakan kereta api Prambanan Express (Pramex) yang melayani perjalanan jarak pendek makin digemari masyarakat.
"Pelanggan KA Pramex makin hari terus bertambah untuk kebutuhan kerja, sekolah dan bepergian, hal ini seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi umum," kata Kepala Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di sela kunjungannya di Stasiun Purwosari Solo, Jumat.
Menurut Eko, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi umum KA Pramex rata-rata mencapai 8.000 hingga 9.000 penumpang per hari, baik dari Solo maupun Yogyakarta.
Namun dengan bertambahnya masyarakat pengguna jasa angkutan umum kereta api tersebut tentunya juga banyak permintaan dan keluhan dari para pelanggannya.
"Kami juga berusaha memberikan fasilitas yang mencukupi untuk mengurangi keluhan itu," katanya.
Menurut dia, salah satu keluhan pelanggan adalah KA Pramex yang sering terlambat, baik saat keberangkatan maupun kedatangan.
Keluhan itu setiap hari disampaikan kepada manajemen yang mencatat keterlambatan Pramex yang melayani perjalanan Solo-Yogyakarta-Kutoarjo rata-rata sekitar 10 menit.
"Namun angka 10 menit dinilai cukup tinggi untuk perjalanan KA yang melayani jarak pendek," katanya.
Menurut dia, keterlambatan lebih banyak karena kondisi kereta yang usianya sudah terlalu tua, sehingga kecepatan tidak dapat maksimal.
Bahkan KA Pramex juga sering mengalami gangguan sehingga perlu perbaikan.
Tiga kereta Pramex telah berumur 19 tahun dan satu lainnya 11 tahun sehingga kereta-kereta itu butuh peremajaan.
KAI Daop 6 Yogyakarta hingga sekarang telah mengoperasikam empat rangkaian kereta Prameks yang melayani 28 perjalanan perhari.
Untuk rute Solo-Yogyakarta ada 10 perjalanan, Yogyakarta-Solo 10 perjalanan, sedangkan Kutoarjo-Yogyakarta empat perjalan dan sebaliknya empat perjalanan.
Meski umur kereta sudah tua, Eko menjamin tingkat keselamatan masih tinggi dengan perawatan yang memadai.
Selain itu, KAI juga merencanakan adanya pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) yang akan dipasang di wilaya Daop 6.
Kementerian Perhubungan baru memulai proyek elektrifikasi jalur kereta Solo-Yogyakarta sehingga peremajaan menggunakan KRL baru dapat dilakukan setelah proyek elektrifikasi selesai.
Sementara itu, Kepala Stasiun Purwosari Slamet Riyanto menjelaskan untuk KA Batara Kresna rute Solo-Wonogiri yang mengalami pemeriksaan rutin beberapa waktu lalu, kini sudah dapat kembali dioperasikan.
"KA Barata Kresna dijadwal berangkat sekitar pukul 04.00 WIB dari Solo menuju Wonogiri, sehingga penumpang kurang dari 50 persen. Namun kereta itu, sengaja diberangkatkan pagi untuk mengakomodir warga Wonogiri yang memiliki kepentingan di Kota Solo, seperti sekolah atau bekerja," kata Slamet.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
