
PPSM Targetkan Nilai Penuh Jamu Sragen United

Magelang, ANTARA JATENG - Tim tuan rumah PPSM Sakti Magelang menargetkan dapat meraih nilai penuh saat menjamu tim tamu Sragen United di Stadion Moch Soebroto Magelang, Sabtu (15/7).
Pelatih Kepala PPSM Sakti Siswanto di Magelang, Jumat, mengatakan kemenangan menjadi target utama untuk mengakhiri pertandingan putaran I grup 4, Liga 2 tersebut.
"Segala kemampuan akan kami kerahkan demi mendapatkan tiga poin," katanya.
Ia mengatakan ada beberapa hal yang sudah disiapkan untuk menghadapi laga lawan Sragen United, antara lain mengembalikan lagi pemain belakang seperti formasi dulu. Roni Ardian-Erik Sandi, dan Sambung Prakoso-Wildan Maulana ditarik ke belakang.
"Mau tidakk mau kami harus meraih kemenangan. Apa pun yang terjadi, kami siapkan stamina," katanya.
Pada laga melawan Sragen United besok PPSM Sakti terpaksa tidak bisa memainkan satu pemain belakangnya, yakni Achmad Jauhari karena mendapatkan akumulasi kartu saat bermain dengan PSIR Rembang di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang. Padahal, amunisi pemain saat ini dalam kondisi "kekurangan".
Setelah mencoret tiga pemain pada bulan lalu, PPSM Sakti belum mendapatkan gantinya. Meskipun sudah menjalin kontrak dengan tiga pemain baru, PPSM baru bisa memainkannya saat memasuki putaran II Liga 2 mendatang. Saat ini, PPSM hanya memiliki 14 pemain.
"Kami maksimalkan pemain cadangan. Sementara ini, posisi pemain cadangan di pinggir, yang tidak berisiko. Kalau pemain cadangan di belakang, nanti bisa fatal," katanya.
Ia menginstruksikan kepada pemain depan jangan sampai putus asa. Permainan Sragen United dinilai tidak terlalu ketat, seperti saat melawan PSIR Rembang sehingga ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang menjadi gol.
Manajer PPSM Sakti, Sallafudin menargetkan bisa memenangkan dalam sisa pertandingan putaran pertama Liga 2. Melalui kemenangan diharapkan bisa mengangkat posisi klasemen sementara di grup 4.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
