Logo Header Antaranews Jateng

Hasil Panen Kopi Petani Temanggung Merosot

Jumat, 7 Juli 2017 16:20 WIB
Image Print
Seorang petani di daerah Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, menjemur kopi di sebuah tanah lapang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Heru Suyitno)
Hujan turun sepanjang tahun mengakibatkan bunga kopi yang seharusnya menjadi buah busuk dan rontok
Temanggung, ANTARA JATENG - Hasil panenan kopi petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 2017 turun drastis dibandingkan dengan masa panen 2016.

Petani di Desa Sucen, Kecamatan Gemawang, Samedi (45), di Temanggung, Jumat, mengatakan hasil panen kopi tahun ini hanya sekitar 10 persen daripada panen tahun lalu.

Menurut dia, panen kopi tahun ini tidak bisa optimal karena cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang 2016. Hujan terus yang terus menerus telah mengakibatkan bunga kopi rontok.

"Hujan turun sepanjang tahun mengakibatkan bunga kopi yang seharusnya menjadi buah busuk dan rontok," katanya.

Menurut dia, hampir semua petani kopi di Temanggung juga mengalami hal yang sama, karena cuaca ekstrem pada 2016 terjadi merata di semua wilayah.

"Tidak hanya petani di desa kami saja, Desa Karang Seneng dan Kimiri Ombo juga mengalami hal sama," katanya.

Ia mengatakan biasanya produksi kopi di daerahnya berlimpah. Setiap petani paling tidak bisa memperoleh antara lima kuintal hingga satu ton kopi basah, tergantung luasan tanam. Namun, saat ini tidak semua tanaman kopi berbuah.

Ia mencontohkan kalau tahun lalu bisa panen hingga satu ton, sekarang paling banyak hanya menghasilkan satu kuintal kopi.

Ia menuturkan turunnya produksi kopi membuat harga kopi mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu.

Tahun lalu harga biji kopi jenis robusta antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per kilogram, namun tahun ini mencapai Rp27.000 per kilogram.

Petani kopi di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung, Wadiyono, menuturkan hal yang sama.

Ia mengatakan saat ini, produksi kopi menurun drastis.

Biasanya, saat panen raya ia bisa memperoleh tujuh kuintal kopi, saat ini hanya menghasilkan sekitar 1,5 kuintal.

Ia menuturkan cuaca yang terjadi tahun ini baik pada pertumbuhan dan pembuahan biji kopi.

"Kami berharap cuaca terus membaik sehingga panen kopi tahun mendatang bisa lebih baik," katanya.


Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026