
Pelatih Persis Akui Emosional

Saya akui memang emosional. Perasaannya bagaimana jika tim selalu diperlakukan oleh wasit tidak adil
Solo, ANTARA JATENG - Pelatih Persis Solo Widyantoro mengatakan timnya perlu dievaluasi meski mampu mengalahkan PSIS Semarang 1-0 pada pertandingan Grup 4 Liga 2 Indonesia 2017 di Stadion Manahan Solo, Kamis petang.
Tim tuan rumah Persis Solo berhasil menang 1-0 atas tamunya PSIS, berkat tendangan keras yang dilakukan oleh pemain sayap kanan Dedi Cahyono Putra pada menit 32 yang merupakan gol satu-satu pada pertandingan tersebut.
Menurut Widyantoro, timnya sangat bersyukur pertandingan bisa berjalan aman dan lancar, dan Persis berhasil mendapat kemenangan atas PSIS 1-0.
"Namun, kami masih perlu evaluasi semuanya. Pemain total berjuang meski mendapat tekanan dari perangkat pertandingan, tetapi mental anak-anak tetap bagus," kata Widyantoro usai pertandingan.
Menurut dia, Persis menyikapi semua lawan sama dianggap berat sehingga selalu disiapkan sebelum pertandingan, begitu juga pada semua pertandingan seperti final termasuk melawan PSIS ini.
Pelatih Widyantoro sempat dikritik oleh sebuah media karena terlalu emosional saat melihat pertandingan di pinggir lapangan.
Namun, Widyantoro mengakui emosinya tidak bisa dikendalikan saat melihat timnya bertanding melawan PSIS.
"Saya akui memang emosional. Perasaannya bagaimana jika tim selalu diperlakukan oleh wasit tidak adil. Tim ini, kalau ada apa-apa saya pelatihnya yang pertama disalahkan. Namun, seorang wasit jika yang memimpin seperti itu, siapa yanga disalahkan," kata Widyantoro.
Widyantoro mencontohnya, kejadian saat pertandingan Persis melawan PSIS ketika salah satu pemain sakit karena dilanggar lawan , dan pemain lainnya Rudyana memiliki peluang lolos satu lawan satu dengan kiper. Namun, wasit tiba-tiba meniup peluit dihentikan, ada apa dengan ini seperti bercanda saja.
Namun, kata dia tolong dirinya juga didukung untuk bisa membela sepak bola Indonesia untuk perkembangan yang lebih baik.
"Tolong kinerja wasit juga harus dikritik ini, demi sepak bola nasional bukan untuk Persis. Wasit sangat luar yang memimpin Persis lawan PSIS, tetapi Persis untung bisa bermain lebih bagus dan memenangkan pertandingan," katanya.
Direktur Tehnik PSIS Semarang Setyo Agung mengatakan pihaknya mengakui Persis Solo lebih baik dan layak menang. Namun, baik Persis maupun PSIS keduanya tampil luar biasa dan hasil akhirnya PSIS kalah.
"Kami akui memang Persis tampil lebih baik dan layan menang," kata Agung.
Pelatih PSIS Semarang Subangkit mengatakan timnya mengakui kalah, dan Persis kuat di lini depan. Persis punya dua pemain sayap dan satu striker yang menjadi tumpuan tim tuan rumah itu.
"Kami kesulitan untuk menjaga tiga pemain Persis ini. Begitu PSIS menyerang terkena konter, maka lini belakang kami keteteran," kata Subangkit.
Meskipun, PSIS dalam pertandingan banyak menguasai permainan, tetapi tim tuan rumah lebih bagus. Timnya pada lini belakang dan tengah sudah bagus, tetapi di lini depan kurang improvisasi, dan hampir tidak ada dukungan dari lini tengah, sedangkan dua pemain sayapnya tidak agresif seperti saat uji coba.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
