Logo Header Antaranews Jateng

DPR Pertanyakan Pemangkasan Anggaran BMKG

Selasa, 4 Juli 2017 15:51 WIB
Image Print
Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis memimpin pertemuan dalam kunjungan kerja alat kelengkapan dewan tersebut di Basarnas Kantor SAR Semarang, Selasa (4/7). (foto: ANTARAJATENG.COM/ I.C.Senjaya)
Jangan sampai instrumen cuaca kita dikorbankan

Semarang, ANTARA JATENG - Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis mengungkapkan tentang adanya pemotongan anggaran di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sekitar 40 persen yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap kinerja lembaga pemantau cuaca itu.

"Banyak anggaran pemeliharaan di BMKG yang dipotong sampai 40 persen," kata Fary saat memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR ke Basarna Kantor SAR Semarang, Selasa.

Menurut dia, hal tersebut dirasa akan memberatkan kinerja BMKG.

Ia menuturkan DPR sendiri telah mengingatkan tentang risiko dari pemotongan anggaran itu.

"Jangan sampai instrumen cuaca kita dikorbankan," katanya.

Sementara berkaitan dengan jatuhnya helikopter Basarnas di Temanggung, ia meminta berbagai pihak tidak buru-buru menyimpulkan penyebabnya.

Menurut dia, penyebab kecelakaan tersebut harus menunggu investigasi lengkap dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Heli dalam kondisi baik, cuaca juga mendukung. Kita tunggu hasil investigasi KNKT," katanya.

Sebelumnya, helikopter jenis Dauphin milik Basarnas dilaporkan terjatuh di Kabupaten Temanggung.

Heli berwarna orange tersebut disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran.

Heli tersebut rencananya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

Adapun delapan korban tewas dalam kejadian itu masing-masing kru heli Kapten Laut Haryanto, Kapten Laut Lu Solihin, Serka Hari Marsono, Peltu Budi Santoso, serta empat anggota Basarnas Maulana Affandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, serta Catur.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026