
BPS Pekalongan Imbau Masyarakat Bijak Berbelanja

Pekalongan, ANTARA JATENG - Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menghimbau masyarakat bijak dalam berbelanja khususnya kebutuhan pokok selama Ramadhan 1438 Hijriah.
Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Pekalongan Burhannudin di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa aksi memborong sembako atau berbelanja berlebihan bisanya dilakukan oleh warga menjelang Ramadhan.
"Tentunya aksi berbelanja sembako secara berlebihan akan mendorong laju inflasi. Oleh karena, kami mengimbau warga bisa menjaga pola konsumsi agar kestabilan harga kebutuhan pokok tetap terjaga dengan baik," katanya.
Ia menyebutkan pada April 2017, Kota Pekalongan mengalami inflasi sebesar 0,18 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 122,50.
"Kondisi ini berbeda dengan inflasi pada April tahun sebelumnya yang justru mengalami deflasi 0,36 persen," katanya.
Menurut dia, ada enam kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, antara lain kelompok makanan, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,09 persen.
Adapun kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,16 persen. Untuk kelompok sandang 1,29 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen.
"Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,25 persen," katanya.
Ia mengatakan untuk lima komoditas pendorong terjadinya inflasi antara lain bawang putih, rokok kretek, rokok filter, tarif listrik, serta daging ayam ras.
"Adapun komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga dan poin IHK antara lain bawang merah, cabai merah, cumi-cumi, minyak goreng, dan gula pasir," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
