
Nelayan Asal Mertasinga Cilacap Ditemukan Meninggal

Cilacap, ANTARA JATENG - Nelayan asal Kelurahan Mertasinga, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang di Pantai Kemiren ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kata Koordinator Badan "Search and Rescue" Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.
"Jenazah korban atas nama Raswan (52) ditemukan pada pukul 10.15 WIB saat tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejauh 2 mil dari bibir Pantai Kemiren," katanya di Cilacap, Rabu.
Saat itu, kata dia, tim SAR gabungan melihat sesosok tubuh manusia yang mengambang di laut dan setelah didekati ternyata jasad Raswan.
Oleh karena itu, lanjut dia, tim SAR gabungan segera mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap sebelum dipulangkan ke rumah duka, Kelurahan Mertasinga RT 05 RW 15, Kecamatan Cilacap Utara.
"Dengan ditemukannya jenazah Raswan, Operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di Pantai Kemiren dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat dalam operasi, telah kembali ke pangkalan masing-masing," katanya.
Ia mengatakan selain Basarnas, potensi SAR yang terlibat dalam operasi di antaranya TNI/Polri, Cilacap Rescue, Radio Antar-Penduduk (RAPI) Cilacap, Tim Pertolongan Kecelakaan Laut (TPKL) Cilacap, Relawan Kemiren, Relawan Pandanaran, Perindo Rescue, dan rukun nelayan setempat.
Peristiwa nahas yang dialami Raswan terjadi pada hari Senin (1/5), pukul 12.00 WIB, di sekitar "buoy" merah yang berjarak lebih kurang 1 mil dari Pantai Kemiren.
Saat itu, korban bersama dua rekannya, yakni Sukardi Nasir (55), warga Kelurahan Tegalkamulyan RT 02 RW 14, Kecamatan Cilacap Selatan, yang merupakan tekong kapal "Kenedy", dan Tasmudi (60), warga Kelurahan Mertasinga RT 02 RW 12, hendak mendarat setelah menjaring ikan.
Akan tetapi ketika Raswan sedang menarik jangkar, dia justru tercebur ke laut.
Sukardi Nasir yang mengetahui kejadian tersebut segera menceburkan diri ke laut untuk menolong Raswan.
Namun nahas, upaya yang dilakukan Sukardi Nasir tidak membuahkan hasil karena Raswan tenggelam hingga akhirnya hilang.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
