Logo Header Antaranews Jateng

Rutan Kudus Terima Pesanan Keset

Kamis, 27 April 2017 18:42 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembuatan keset di Desa Sambirejo, Kadipiro, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3). (Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/ss/pd/15)

Kudus, ANTARA JATENG - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siap menerima pesanan keset kaki dari bahan kain perca yang merupakan hasil kerajinan warga binaan, kata Kepala Rutan Kudus Budi Prajitno.

"Dari sejumlah kerajinan yang dihasilkan warga binaan, baru keset kaki yang bisa dijual kepada masyarakat luas," ujarnya di Kudus, Kamis.

Ia mengatakan untuk membuat keset kaki tersebut terdapat 15-an warga binaan yang sudah dilatih.

Menurut dia, warga binaan memang mendapatkan pelatihan aneka kerajinan tangan, mulai dari keset kaki, miniatur menara, miniatur kapal, hingga pembungkus korek api menggunakan bahan baku kayu stik es krim.

Dalam sehari, lanjut dia, belasan warga binaan tersebut bisa menghasilkan keset dalam jumlah banyak sehingga ketika ada pesanan tentunya keahliannya juga akan semakin meningkat.

Produk keset yang dihasilkan sebelumnya, kata dia, habis dibeli para pembesuk karena tertarik dengan keset hasil kerajinan warga binaan Rutan Kudus.

Untuk harga jual miniatur kapal yang terbuat dari bahan bambu, katanya, disesuaikan dengan ukuran.

Selain membuat miniatur kapal, katanya, warga binaan juga mengembangkan kerajinan lain dengan bahan yang sama, seperti bingkai foto, jam dinding serta produk kerajinan lain yang memungkinkan dibuat dari bahan bambu.

Rencana digelarnya pasar Dandangan untuk menyambut bulan puasa, katanya, hasil kerajinan warga binaan juga memungkinkan turut dipamerkan untuk menjaring pembeli.

Apalagi, lanjut dia, untuk memajang aneka kerajinan warga binaan tersebut tidak membutuhkan tempat yang luas.

"Dari pimpinan, memang menginginkan adanya perubahan paradigma dalam memberikan pembinaan tidak sekadar terampil, melainkan bisa mengarah ke produktif," ujarnya.

Dengan harapan, kata dia, hasil kerajinan warga binaan bisa menghasilkan pemasukan, sehingga warga binaan yang awalnya tidak memiliki kemampuan membuat kerajinan bisa tertarik menekuninya, sehingga ketika kembali hidup bermasyarakat bisa mengembangkan keterampilannya itu.

Sementara jumlah narapidana di Rutan Kudus per tanggal 20 April 2017, sebanyak 120 orang, sedangkan tahanannnya sebanyak 83 orang.

Dari jumlah warga binaan tersebut, empat orang di antaranya merupakan wanita narapidana dan empat wanita tahanan, selebihnya merupakan laki-laki.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026