Logo Header Antaranews Jateng

BKKBN: Peran PKB Gaungkan Kembali Program KB

Sabtu, 25 Maret 2017 07:28 WIB
Image Print
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Suryo Chandra Surapaty sedang memberikan pengarahan terhadap Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB se-eks Kereeidenan Surakarta, di Solo, Jumat. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang DM)

Solo, ANTARA JATENG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Suryo Chandra Surapaty mengatakan peran penyuluh keluarga berencana (PKB) atau petugas lapangan KB sangat penting untuk menggaungkan kembali program KB.

"PKB/PLKB sangat penting untuk menggaungkan kembali merevitalisasi program KB yang harus diakui sejak reformasi itu cenderung melemah," kata Suryo Chandra Surapaty usai memberikan pembinaan terhadap ratusan orang PKB/PLKB dari eks Keresidenan Surakarta di Solo, Jumat.

Suryo Chandra Surapaty di hadapan sekitar 700 kader KB se-eks Keresidenan Surakarta mengatakan bahwa tanpa peran aktif dari PKB/PLKB tidak akan berhasil karena peran BKKBN yang sekarang makin berat.

Ia mengatakan bahwa BKKBN memberikan pembinaan kepada kadernya untuk menyukseskan program KKBPK sehingga bukan hanya soal kontrasepsi atau penurunan angka kelahiran saja. Namun, program BKKBN sekarang juga bagaimana meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Kegiatan itu mengambil tema "Peningkatan Kapasitas PKB/PLKB dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dalam melaksanakan Porgram Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Jawa Tengah".

Menurut Suryo, kegiatan tersebut untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan komitmen bagi PKB/PLKB dan PPKBD sebagai ujung tombak di lini lapangan sehingga mereka bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan program KKBPK tahun ini.

Jumlah penyuluh KB di seluruh Indonesia sekarang sekitar 15.000, Jateng sekitar 2.000 orang, sedangkan Surakarta PKB/PLKB ini dihadiri sekitar 700 orang.

"Jumlah kader KB atau PKB dahulu nasional mencapai 50.000 orang, tetapi banyak yang pensiun dan pindah ke bidang lainnya sekarang tinggal sekitar 15.000-an," katanya.

Kendati demikian, kata dia, tugas penyuluh KB tersebut akan memberikan motivasi masyarakat agar mengikuti program KB di lingkungan masing-masing. Mereka juga mengajari bagaimana membangun keluarga, misalnya menjadi orang tua hebat dalam kehidupan, bina keluarga balita, dan bina keluarga remaja.

Suryo menyebutkan angka kelahiran total nasional rata-rata sekarang jumlah anak per wanita usia subur 2,6. BKKBN berharap dimulai Juli hingga Desember 2017 dapat menurun menjadi 2,3 anak per wanita usia subur.

"Kami targetkan hingga 2025 rata-rata dapat turun menjadi 2,1 anak per wanita usia subur," kata Suryo.




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026