Logo Header Antaranews Jateng

Bambang: Perlu Membentengi Netizen dari Berita Hoaks

Jumat, 3 Maret 2017 14:31 WIB
Image Print
Bambang Sadono (ANTARA FOTO/R Rekotomo)

Semarang, ANTARA JATENG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono memandang perlu membentengi masyarakat dari berita hoaks (hoax) dengan memberi pengetahuan yang cukup mengenai teknologi informasi plus segala aturan mainnya.

Edukasi terkait dengan berita hoaks itu penting supaya mereka tidak mudah memercayai informasi yang beredar di media sosial sekaligus mencegah netizen berurusan dengan hukum, kata Dr. H. Bambang Sadono, S.H., M.H. di Semarang, Jumat.

Selain itu, kata Bambang yang juga Ketua Badan Pengkajian MPR RI, netizen bisa membedakan apakah informasi di media sosial itu benar atau hoaks. Dengan demikian, mereka akan lebih berhati-hati sebelum menyebarluaskan informasi melalui media sosial.

Oleh karena itu, DPD RI bekerja sama dengan Yayasan Adi Bakti Wartawan (ABW) akan menggelar seminar bertema "Melawan Hoaks" di Semarang, 13 Maret mendatang, dengan menampilkan praktisi media, akademisi, dan birokrat.

Agar netizen tidak mudah menyebarkan berita hoaks yang berujung pada meja hijau, lanjut Bambang, panitia seminar yang diketuai Dr. Adi Ekopriyono mengundang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri A.T.D., M.T.

Pembicara dari Pemprov Jateng itu akan menyampaikan pentingnya netizen mengetahui rambu-rambu bersosial media, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Seminar yang akan dimoderatori dosen Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang Dr. Lintang Ratri Rahmiaji juga menampilkan Pemimpin Redaksi Wawasan Gunawan Permadi yang akan memberi bekal kepada peserta seminar mengenai ciri-ciri berita hoaks.

Penyebaran berita hoaks ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga mengancam kesatuan dan persatuan bangsa, khususnya informasi mengenai suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Untuk mengetahui sejauh mana dampak berita hoaks dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, panitia mengundang Dekan FISIP Undip Semarang Dr. Sunarto, M.Si.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026