Logo Header Antaranews Jateng

SDM Kampung Krisan Perlu Perhatian Pemda

Minggu, 26 Februari 2017 16:27 WIB
Image Print
Salah satu pengunjung sedang melakukan "selfie" di tengah perkebunan Krisan di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang (Foto: ANTARAJATENG.COM/Fajar Noviar Hermawan)

Semarang, ANTARA JATENG - Sumber daya manusia Kampung Krisan memerlukan perhatian dari pemerintah daerah, kata Minto selaku pengelola desa wisata Kampung Krisan di Bandungan, Kabupaten Semarang.

"Pengembangan SDM ini diperlukan agar masyarakat setempat makin dapat mengembangkan dan menggali potensi desa secara lebih maksimal," katanya di Semarang, Minggu.

Minto yang juga menjadi humas destinasi wisata tersebut mengatakan bahwa tujuan awal pendirian kampung tersebut menjadi desa wisata adalah untuk mendidik anak-anak remaja agar dapat memanfaatkan potensi yang ada di desa.

"Dengan menggali potensi desa ini, bisa membuat lapangan pekerjaan bagi para remaja. Saya berharap ke depannya para remaja tidak perlu bekerja jauh dari kampung halamannya," katanya.

Pada dasarnya, menurut dia, pengembangan SDM di desa wisata itu penting mengingat banyak generasi muda setempat yang terpaksa putus sekolah karena beberapa faktor, salah satunya biaya.

Ia menegaskan bahwa anak-anak seusia itu masih labil. Mereka berkumpul tanpa manfaat, kemungkinan besar akan condong mengarah pada hal-hal yang negatif.

Adanya kegiatan yang positif dengan mengikutsertakan mereka menjadi pengelola dan mengembangkan potensi desa, lanjut dia, membuat para remaja di daerah itu menjadi lebih terarah dan tidak mudah terjerumus ke hal-hal yang negatif.

Diakuinya bahwa dibangunnya kampung tersebut sebagai tempat wisata tidak terlepas dari inisiatif anggota Karang Taruna yang dibimbing oleh mahasiswa Unnes yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) pada bidang administrasi dan pembukuan.

Dia berharap instansi pemerintah tidak sekadar mendukung, tetapi juga memberikan dukungan bentuk riilnya. Bukan hanya mendukung dari sisi dana, melainkan juga memperhatikan pengembangan fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung.

"Hal itu terutama memberikan pelatihan untuk anak-anak remaja pengelola tempat wisata tersebut. Terus terang saja SDM anak-anak di sini itu kurang, jadi kami perlu adanya bantuan seperti pelatihan untuk menanggapi wisatawan yang datang dari berbagai daerah, baik dari sisi logat bicaranya, kesopanannya, maupun kerapian pakaiannya. Hal itu semua harus ditata rapi," katanya.

Untuk diketahui, saat ini pengunjung Kampung Krisan tidak hanya dari wisatawan domestik, tetapi juga dari luar negeri, di antaranya India dan Belanda.

"Oleh karena itu, mereka juga perlu diberikan pelatihan bahasa asing. Dengan demikian, wisatawan asing juga akan terlayani dengan baik," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026