Logo Header Antaranews Jateng

Longsor dan Tanah Bergerak Landa Banyumas

Rabu, 2 November 2016 16:18 WIB
Image Print
ilustrasi. Sejumlah anak melihat material longsor di Kampung Kalapasewu, Mangunreja, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/1). Akibat longsor tebing, lima rumah warga terancam terkena longsor susulan dan sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih ama

Banyumas, Antara Jateng - Bencana longsor dan tanah bergerak dilaporkan melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akibat hujan yang terjadi pada Selasa (1/11) sore hingga Rabu dini hari.

"Hujan deras yang terjadi kemarin (Selasa, red.) mengakibatkan longsor pada pukul 20.30 WIB dan mengancam dua rumah warga yang berada di atasnya jika terjadi longsor susulan," kata Kepala Desa Melung Khoerudin di Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Rabu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama warga segera membuat saluran air sementara guna mengurangi genangan yang dapat mengakibatkan longsor susulan saat terjadi hujan deras.

Dia mengimbau warga di sekitar daerah rawan longsor untuk tetap waspada meskipun longsoran yang terjadi pada Selasa (1/11) malam masih relatif kecil.

"Kami juga mengimbau warga agar melakukan ronda malam, terutama jika terjadi hujan deras," katanya.

Sementara di Grumbul Siwukan RT 07 RW 10, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, rumah milik Parni (52) dilaporkan mengalami retak-retak akibat tanah bergerak yang terjadi pada hari Rabu (2/11), pukul 05.00 WIB.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengatakan berdasarkan laporan dari tim yang melakukan "assessment", kejadian tanah bergerak tersebut mengancam lima rumah di sekitarnya.

"Guna mengantisipasi terjadinya gerakan tanah susulan, lima keluarga yang rumahnya terancam, untuk sementara diungsikan ke musala sedangkan warga yang rumahnya terdampak (Parni, red.) mengungsi ke rumah saudara," katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026