
Longsor dan Tanah Bergerak Landa Banyumas

Banyumas, Antara Jateng - Bencana longsor dan tanah bergerak dilaporkan melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akibat hujan yang terjadi pada Selasa (1/11) sore hingga Rabu dini hari.
"Hujan deras yang terjadi kemarin (Selasa, red.) mengakibatkan longsor pada pukul 20.30 WIB dan mengancam dua rumah warga yang berada di atasnya jika terjadi longsor susulan," kata Kepala Desa Melung Khoerudin di Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Rabu.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama warga segera membuat saluran air sementara guna mengurangi genangan yang dapat mengakibatkan longsor susulan saat terjadi hujan deras.
Dia mengimbau warga di sekitar daerah rawan longsor untuk tetap waspada meskipun longsoran yang terjadi pada Selasa (1/11) malam masih relatif kecil.
"Kami juga mengimbau warga agar melakukan ronda malam, terutama jika terjadi hujan deras," katanya.
Sementara di Grumbul Siwukan RT 07 RW 10, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, rumah milik Parni (52) dilaporkan mengalami retak-retak akibat tanah bergerak yang terjadi pada hari Rabu (2/11), pukul 05.00 WIB.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengatakan berdasarkan laporan dari tim yang melakukan "assessment", kejadian tanah bergerak tersebut mengancam lima rumah di sekitarnya.
"Guna mengantisipasi terjadinya gerakan tanah susulan, lima keluarga yang rumahnya terancam, untuk sementara diungsikan ke musala sedangkan warga yang rumahnya terdampak (Parni, red.) mengungsi ke rumah saudara," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
