Logo Header Antaranews Jateng

Harga Daging Sapi Tetap "Anteng" Pasca-Idul Adha

Rabu, 14 September 2016 17:12 WIB
Image Print
Warga memotong daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Semarang, Antara Jateng - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang tetap "anteng" (stabil) kendati awal pekan ini sebagian masyarakat memperoleh pembagian daging sapi pada Idul Adha 2016.

"Harga masih stabil, tidak ada penurunan meskipun saat Idul Adha," kata salah satu pedagang daging sapi Arin di Pasar Karangayu Semarang, Rabu.

Meski demikian, diakuinya jumlah pembeli mengalami penurunan hingga setengah dibandingkan biasanya. Jika pada hari normal dirinya bisa menjual daging hingga 50 kg/hari, sejak Idul Adha lalu dalam satu hari hanya terjual di kisaran 25 kg/hari.

"Pembelinya pun hanya pelanggan yang memang punya warung makan atau pedagang bakso. Kalau untuk pembeli dari rumah tangga jarang sekali," katanya.

Terkait harga daging sapi yang tidak mengalami penurunan tersebut, Arin mengatakan harga sapi hidup juga tidak mengalami penurunan sehingga daging sapi pun tidak turun.

"Justru harga sapi hidup mengalami kenaikan karena kan saat kurban kemarin banyak yang melakukan pembelian. Kalau saya karena sudah berlangganan beli jadi dapat harga normal, tidak ada kenaikan," katanya yang terbiasa membeli sapi hidup dan menyembelihnya sendiri.

Dikatakan, untuk harga daging sapi kualitas satu harganya Rp105 ribu/kg, kualitas dua harganya Rp100 ribu/kg, dan harga daging sapi kualitas tiga Rp90 ribu/kg.

Senada, pedagang daging sapi di Pasar Johar Suminem mengatakan harga daging sapi tidak mengalami penurunan. Sejauh ini untuk kualitas yang paling baik antara Rp105-110 ribu/kg.

"Kalau pembelinya berkurang, jadi saya sengaja mengurangi jumlah dagangan. Biasanya sampai 30 kg, kalau selama dua hari ini jualnya hanya 15-20 kg," katanya.

Dikatakan, kebanyakan pembeli adalah rumah tangga yang tidak merayakan Idul Adha. Bahkan pembelian dari pemilik warung makan atau bakso juga berkurang.

"Banyak yang masih libur, mungkin karena masih banyak masyarakat yang punya stok daging. Biasanya nanti ramai lagi satu minggu setelah Idul Adha," katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026