
Karimunjawa Bakal Dilengkapi Pelabuhan Berkapasitas Besar

Jepara, Antara Jateng - Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bakal dilengkapi dengan pelabuhan berkapasitas besar sehingga bisa menampung kapal dengan bobot yang lebih besar, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Mulyaji.
"Tersedianya pelabuhan yang bisa menampung kapal dengan berbagai ukuran dan jumlah tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan objek wisata di Karimunjawa," ujarnya di Jepara, Senin.
Apalagi, lanjut dia, saat ini sudah ada penambahan rute penyeberangan laut dari Pelabuhan Kendal menuju Karimunjawa.
Selama ini, kata dia, kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Perintis yang ada di Karimunjawa.
Pelabuhan berkapasitas besar itu rencananya dibangun di Legon Bajak, tidak jauh dari Bandara Dewandaru.
Jika direalisasikan, kata dia, kapal-kapal besar tentu bisa bersandar ke Karimunjawa sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung juga akan semakin bertambah.
Ia mengatakan potensi kunjungan wisatawan semakin meningkat. Hal itu bisa dilihat dari respons swasta yang berani membuka jalur penyeberangan laut baru dari Pelabuhan Kendal menuju Karimunjawa.
Camat Karimunjawa M Taksin membenarkan bahwa pelabuhan Legon Bajak akan dikembangkan menjadi pelabuhan besar yang bisa menampung kapal setidaknya memiliki bobot hinggga 6.000 gross ton (GT).
Selama ini, kata dia, yang berani bersandar hanya kapal tug boat, sedangkan tongkang masih berhenti di tengah laut karena kedalaman pelabuhan belum memungkinkan untuk disandari tongkang.
Rencana pengembangan Pelabuhan Legon Bajak menjadi pelabuhan besar, kata dia, sudah dimulai dan lahan yang hendak digunakan juga tersedia.
"Informasinya memang mulai tahun ini, mengingat sudah ada aktivitas, meskipun pembangunan fisik dimungkinkan tahun depan," ujarnya.
Pemusatan pelabuhan di Legon Bajak, kata dia, tentunya bisa berdampak pada roda perekonomian masyarakat setempat karena lalu lintas pelabuhan akan lebih ramai.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
