Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Tawarkan Program Rumah Pangan Kita

Senin, 1 Agustus 2016 10:57 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menata sembako saat operasi pasar murah di Balaikota Lama, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (11/6). Operasi pasar yang digelar Bulog Divre VI Pekalongan tersebut bertujuan menstabilkan harga bahan pokok terutama harga beras, gula dan baw

Purwokerto, Antara Jateng - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah, menawarkan program Rumah Pangan Kita (RPK) kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mitra dalam penjualan salah satu produk Bulog.

"Produk kami di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging. Namun yang kami tawarkan untuk program RPK kali ini khusus gula pasir," kata Kepala Perum Bulog Subdivre Banyumas Setio Wastono didampingi Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha M. Priyono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Menurut dia, program RPK yang difokuskan pada penjualan gula pasir merupakan salah satu upaya Perum Bulog untuk menekan harga komoditas tersebut di pasaran yang hingga kini masih bertahan di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.

Lebih lanjut, dia mengatakan syarat menjadi mitra Bulog dalam melaksanakan program RPK sangat mudah, yakni memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan memiliki tempat usaha atau hunian, izin lingkungan atau RT dan RW setempat.

Selain itu, kata dia, bersedia membeli produk Bulog yang ditawarkan dalam program RPK berupa gula pasir minimal senilai Rp5.000.000 dan bersedia dipasangi spanduk "Rumah Pangan Kita".

"Program RPK ini bisa diikuti perseorangan dan tidak harus punya toko atau tempat usaha, bisa di rumah. Masyarakat yang bermitra dalam program RPK ini bisa mendapatkan gula pasir dengan harga murah namun harus dijual ke konsumen seharga Rp13.000 per kilogram dan waktu menebusnya bebas," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada tujuh proposal dari masyarakat yang hendak bermitra dengan Bulog Banyumas dalam program RPK.

Ia mengatakan Bulog Banyumas pada bulan Agustus 2016 menyiapkan 150 ton gula pasir untuk mendukung program RPK ditambah gula pasir sisa operasi pasar yang digelar selama bulan Juli.

"Pada bulan Juni, kami menyediakan 30 ton gula pasir untuk operasi pasar, bulan Juli sebanyak 200 ton namun masih tersisa sekitar 100 ton, dan bulan ini ditambah 150 ton," jelasnya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026