
KAI Semarang Terapkan "Check In" Tiket

Semarang, Antara Jateng - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Jawa Tengah menerapkan sistem "check in" tiket calon penumpang untuk melengkapi sistem "boarding pass" yang sudah diterapkan.
"Kami mulai penerapan sistem 'check in' tiket mulai Selasa (12/7) ini di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Gatut Sutiyatmoko di Semarang, Selasa.
Menurut dia, penerapan sistem "check in" tiket itu harus dilakukan calon penumpang mulai 12 jam sebelum keberangkatan dengan mengetikkan kode "booking" tiket di mesin cetak tiket mandiri (CTM).
Ia menjelaskan sistem tersebut telah sukses diuji coba dan diterapkan di seluruh stasiun yang berada di wilayah Daops I, II, III, V, VI, dan VII, dan secara bertahap di wilayah Daops IV Semarang.
"Untuk wilayah Daops IV Semarang, baru kami uji coba di dua stasiun, yakni Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol. Nantinya, secara bertahap akan kami terapkan secara menyeluruh di semua stasiun," katanya.
Penerapan sistem "check in" tiket tersebut, lanjut dia, dimaksudkan untuk melaporkan kesiapan keberangkatan calon penumpang di kereta api (KA) yang dipilihnya sesuai dengan tiket yang dipesan.
"Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan pelayanan. Selain itu, mempermudah calon penumpang karena mengurangi risiko lolos 'boarding' akibat salah tanggal atau tiket tidak valid," katanya.
Jadi, kata dia, mesin CTM di Stasiun Tawang dan Poncol tidak bisa lagi melayani pencetakan tiket sebagaimana biasa, melainkan langsung mencetak laporan "boarding pass" untuk calon penumpang.
Laporan "boarding pass" ini hampir persis dengan tiket biasa yang mencantumkan identitas, kode "booking", dan nama KA, kata dia, dan harus ditunjukkan saat akan memasuki stasiun menjelang keberangkatan.
"Bedanya, dengan sistem ini laporan kesiapan penumpang langsung terintegrasi sehingga menjelang keberangkatan bisa langsung diumumkan jumlah penumpang yang sudah siap berangkat," katanya.
Selain itu, Gatut berharap pemberlakuan sistem "check in" dan "boarding pass" itu bisa menghilangkan praktik percaloan dan peredaran tiket palsu yang beberapa waktu lalu pernah terjadi di sejumlah daerah.
"Meski mesin CTM tidak bisa mencetak tiket biasa lagi, calon penumpang yang sudah memesan tiket lewat jalur eksternal tetap bisa mencetakkan tiket di loket yang sudah disediakan," katanya.
Pewarta: -
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
