
Sisa Anggaran Lelang Pasar Klewer Bakal Dialihkan

Solo, Antara Jateng - Lelang proyek pembangunan tahap kedua Pasar Klewer yang terbakar habis akhir tahun 2014 dan menyisakan anggaran Rp13 miliar, akan dialihkan untuk pembangunan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang operasional pasar sandang tradisional terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Lelang tahap kedua telah selesai digelar dan pemenang tender sudah ditetapkan dari pagu anggaran Rp96 miliar, tawaran pemenang lelang Rp81 miliar maka ada sisa anggaran sekitar Rp13 miliar," kata Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta, Subagyo di Solo, Rabu.
Merujuk situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Surakarta, nilai pagu paket revitalisasi tahap kedua Pasar Klewer yang ditawarkan Pemkot adalah Rp95.752.720.000. Menurut Subagiyo, PT Adhi Karya (Persero) telah ditetapkan sebagai pelaksana pembangunan pasar tersebut. Adapun harga penawaran senilai Rp81.857.826.000.
"Kami akan memohon izin kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk menggunakan sisa anggaran ini bagi pengadaan sarana dan prasarana yang belum terakomodasi. Menurut ketentuan, sisa anggaran bisa dialihkan sebatas 10 persen dari nilai kontrak," katanya.
Ia mengatakan rencananya, anggaran yang tersisa dari tender tersebut akan dipakai untuk pengadaan lift, genset, hidran, eskalator dan fasilitas penunjang lain. Selain untuk mendukung kenyamanan proses bertransaksi, fasilitas-fasilitas itu juga dimaksudkan guna menambah keamanan pasar dari ancaman kebakaran.
"Kontrak pengerjaan sudah ditandatangani oleh pemenang lelang. Akhir pekan lalu, persiapan pengerjaan juga sudah dimulai. Seperti pengecekan lokasi maupun mobilisasi peralatan," kata Subagiyo.
Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 29 April hingga 29 Desember 2016. Proyek tahap kedua tersebut merupakan kelanjutan pembangunan Pasar Klewer tahap pertama, yang berakhir Desember 2015. Bangunan pasar yang terbakar akhir 2014 itu ditargetkan bisa digunakan kembali oleh ribuan pedagang, mulai awal 2017.
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta Honda Hendarto mengingatkan agar Pemkot segera mengkoordinasikan tim yang akan bertemu kementerian, guna meminta sisa anggaran konstruksi sebesar Rp13 miliar.
Honda mengemukakan, dengan adanya tambahan anggaran Rp13 miliar, pasar akan memiliki sejumlah fasilitas tambahan seperti lift pengunjung maupun lift barang serta travelator (tangga berjalan). Jika memungkinkan, anggaran tersebut juga bisa digunakan untuk membeli genset.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
