
Jateng Optimistis Raih Anugerah Pangripta Nusantara 2016

"Kami optimistis akan meraih Anugerah Pangripta Nusantara tahun ini, karena secara sistem Jateng tidak kalah dengan provinsi lain," kata Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Minggu.
Ia mengungkapkan bahwa pada penilaian tahap kedua, Jawa Tengah masuk dalam 18 besar kandidat daerah sehingga berpeluang meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara 2016.
Ia menjelaskan, sebelum menggelar musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, Pemprov Jateng lebih dulu melakukan komunikasi dengan masyarakat, DPRD serta para pemangku kepentingan lainnya.
Guna mendukung pembangunan di berbagai bidang, kata dia, Pemprov Jateng telah melaksanakan perencanaan serta menerapkan beragam inovasi seperti penggunaan teknologi informasi dalam rencana pembangunan, seperti "website" ataua laman rembugan.jatengprov.go.id dan bappeda.jatengprov.go.id.
"Pada bidang pendidikan, Pemprov Jateng meluncurkan program Jateng Pintar yang meliputi beasiswa, program Gubernur Mengajar yang dilakukan setiap 'roadshow' ke berbagai daerah di Jateng, dan keberadaan SMKN Jateng di Kota Semarang, Pati, dan Purbalingga yang khusus untuk siswa miskin tapi berprestasi di bidang akademik," ujarnya.
Selain itu, inovasi program rencana program pembangunan Jateng Sehat, termasuk program jambanisasi, jamkesda, dan "one student one client" untuk menurunkan angka kematian ibu serta bayi.
Menurut dia, apa yang sudah dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta para anggota DPRD Jateng dan masyarakat terhadap perencanaan pembangunan di provinsi setempat sudah luar biasa.
"Berdasarkan hasil diskusi antara tim penilai dan para pemangkj kepentingan pada penilaian tahap dua ini, akan dilakukan perbaikan berbagai dokumen dan jika ada dokumen kurang lengkap akan segera dilengkapi," katanya.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
