
Kudus Dijatah Pupuk Urea Bersubsidi 10.000 Ton

"Alokasi pupuk tersebut sedang ditindaklanjuti lewat Peraturan Bupati Kudus," ujarnya, di Kudus, Rabu.
Dibandingkan dengan alokasi pupuk urea yang diterima Kudus pada tahun lalu, kata dia, tahun ini memang mengalami penurunan karena sebelumnya alokasi pupuk urea yang diterima mencapai 11.800 ton.
Penurunan alokasi, katanya, tidak hanya terjadi pada pupuk urea, melainkan pupuk jenis lainnya juga mengalami hal serupa.
Di antaranya, ZA tahun ini mendapatkan alokasi 4.260 ton, sedangkan tahun lalu mencapai 4.750 ton, NPK tahun ini mendapatkan 6.995 ton atau lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 7.389 ton dan organik sebanyak 4.300 ton, sedangkan tahun lalu mencapai 4.500 ton.
Kondisi berbeda, kata dia, terjadi pada alokasi pupuk SP36 justru tahun ini ada kenaikan menjadi 1.490 ton dibanding sebelumnya hanya 1.200 ton.
Sebetulnya, kata dia, usulan alokasi pupuk bersubsidi disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani di Kabupaten Kudus.
Akan tetapi, lanjut dia, realisasinya memang belum sesuai RDKK karena alokasi yang diterima saat ini baru separuh dari kebutuhan sesuai RDKK.
Meskipun demikian, kata dia, ketersediaan pupuk bersubsidi akan terus dipantau agar tidak muncul permasalahan.
Sejauh ini, kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Kudus tersedia cukup.
"Kalaupun ada permasalahan, biasanya langsung ditindaklanjuti guna memastikan permasalahan yang terjadi di lapangan untuk segera dicarikan solusi," ujarnya.
Apalagi, kata dia, dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman padi, salah satunya pemupukan harus tepat waktu sehingga pupuk harus tersedia cukup.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
