Logo Header Antaranews Jateng

Eks Gafatar Minta Perlindungan karena Tak Ingin Diusir

Jumat, 22 Januari 2016 09:24 WIB
Image Print
Evakuasi Warga Eks-Gafatar Seorang anak dari warga eks-Gafatar termenung di jendela gedung penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Komando Daerah Militer XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (20/1). (ANTARA FOTO/Jessica Hele

"Kami tidak ingin diusir, makanya kita meminta perlindungan kepada pihak berwajib," kata salah satu mantan sesepuh Gafatar, Wahyu saat sosialisasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat, di Sababilah, Kamis.

Ia mengakui bahwa dirinya merupakan eks anggota Gafatar, namun sudah membubarkan diri dan kini mereka sudah menjadi kelompok tani yang bernama Subur Makmur dan Raya (Surya).

"Kami sekarang sudah menjadi kelompok tani bernama Surya," ucapnya.

Ia menyampaikan, pihaknya datang dan berdomisli di Barsel sudah melalui prosedur yang ada dengan mengantongi Kartu Tanda Penduduk Barsel dan tujuan kedatangan mereka fokus untuk bertani hingga sukses dibidang pertanian.

"Kami berjanji untuk membaur dengan masyarakat sekitar serta mau dibimbing dan akan mencoba memberikan pendidikan umum bagi anak-anak kami asalkan ada jaminan keamanan," tambah dia.

Sementara Kapolsek Dusun Selatan, AKP Tri Prasetyo mengatakan, hingga saat ini warga eks Gafatar itu masih belum ada menyampaikan pemintaan resmi untuk meminta perlindungan.

"Meskipun demikian, kita akan terus melakukan pengawasan terhadap 12 Kepala Keluarga yang terdiri dari 44 orang eks anggota Gafatar itu dan kita siap melindungi serta menjamin keamanannya," demikian kata Tri Prasetyo.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026