Logo Header Antaranews Jateng

Menristek: Yang Penting Aplikasi Risetnya

Senin, 18 Januari 2016 17:33 WIB
Image Print
Ilustrasi penelitian dalam laboratorium

"Riset-riset sudah banyak. Saatnya untuk dikembangkan. Yang penting sekarang, bagaimana aplikasinya (hasil riset, red.). Jadi, bukan hanya wacana lagi," katanya di Semarang, Senin.

Hal itu diungkapkan mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang terpilih tersebut usai meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kota Semarang.

Nasir yang juga Ketua ISEI Cabang Semarang menilai percuma jika riset dilakukan perguruan tinggi namun tidak pernah ada hilirisasi atau implementasi atas hasil-hasil penelitian.

"Dari Bank Indonesia kan juga sudah ada kerja sama. Dari sektor perizinan semuanya sudah bisa dilakukan ke depan dengan baik. Apalagi sekarang ini sudah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," katanya.

Yang tidak kalah penting, kata dia, implementasi atas hasil-hasil riset ke daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai penggunanya.

Ia mengatakan pemerintah akan selalu mendukung apa yang dilakukan perguruan tinggi dengan pembuatan peraturan atau regulasi yang bertujuan untuk percepatan ekonomi di Indonesia.

Seiring dengan MEA, kata dia, perguruan tinggi juga dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi lulusannya sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing agar berdaya saing tinggi.

"Kalau (lulusan perguruan tinggi, red.) tidak kompeten maka akan mengalami problem dalam persaingan. Makanya, lulusan semua perguruan tinggi di Indonesia didorong ke sana," katanya.

Upaya meningkatkan kompetensi lulusan, lanjut Nasir, sudah dilakukan dengan "menyehatkan" perguruan-perguruan tinggi yang dari hasil evaluasi bermasalah atau tidak berkualitas.

"Perguruan tinggi yang bermasalah, kami sehatkan. Yang sudah, ya, harus baik. Mudah-mudahan ini bisa memberikan semacam 'value' atau nilai agar perguruan tinggi mampu bersaing," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua ISEI Cabang Semarang Teguh Hadi Prayitno mengatakan keberadaan kantor sekretariat itu akan dioptimalkan untuk mendiskusikan berbagai hasil riset yang dilakukan.

"Temanya ekonomi yang aktual, baik skala regional maupun nasional. Tujuannya, hasil-hasil riset ini bisa aplikatif diterapkan di masyarakat. Bukan sekadar mengawang-awang," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026