Logo Header Antaranews Jateng

TPID Pastikan Pasokan Sembako Berjalan Normal

Jumat, 15 Januari 2016 16:03 WIB
Image Print
Pedagang melayani pembeli kebutuhan pokok di Pasar Pagi, Tegal, Jateng. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/Spt/14

"Sebelumnya kami khawatir kurangnya pasokan dan permintaan komoditas sembako dari masyarakat yang terlalu tinggi, tetapi ternyata sejauh ini masih normal," kata Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY Ananda Pulungan mewakili TPID Jateng di sela pantauan harga sembako di Pasar Johar Semarang, Jumat.

Pada pantauan yang diikuti oleh sejumlah instansi terkait tersebut, pihaknya memastikan adanya penurunan harga sembako usai momentum tahun baru beberapa waktu lalu.

"Kami dari TPID sempat memperoleh informasi adanya peningkatan harga pada saat tahun baru lalu seiring dengan tingginya permintaan. Oleh karena itu, saat ini kami memastikan apakah harga masih tinggi atau sudah ada penurunan," katanya.

Menurut dia, ada empat komoditas yang dikhawatirkan mengalami lonjakan harga yaitu bawang merah, cabai, daging ayam petelur, dan telur ayam. Dari keempat komoditas tersebut, untuk daging ayam mengalami kenaikan harga cukup signifikan yaitu dari Rp27 ribu-28 ribu/kg menjadi Rp37 ribu-38 ribu/kg.

Mengenai kondisi tersebut, Ananda berharap agar pasokan lancar sehingga harga bisa stabil dan kembali normal seperti sedia kala.

"Dari hasil komunikasi kami dengan pedagang, harga daging ayam ini sudah mengalami kenaikan dari hulu, sehingga pedagang hanya mengikuti," katanya.

Meski demikian, secara keseluruhan harga komoditas sembako masih relatif normal. Pihaknya menilai, dampak dari musim el nino yang dikhawatirkan sejak awal sejauh ini tidak berpengaruh terhadap distribusi barang.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan kenaikan harga pada tahun baru Imlek mendatang, pihaknya memprediksi kalaupun ada kenaikan harga tidak akan lebih besar dibandingkan saat libur akhir tahun lalu.

"Kalau pada momentum libur akhir tahun lalu, kenaikan harga komoditas sampai berdampak pada inflasi Jateng yang cukup tinggi yaitu 0,99 persen. Harapannya pada Imlek mendatang tidak sebesar itu," katanya.

Bahkan diharapkan inflasi dapat turun signifikan mengingat adanya penurunan harga untuk bahan bakar minyak (BBM) seluruh jenis dan penurunan tarif listrik di beberapa kelompok konsumen.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026