
Pengamanan Sidang Lanjutan Ba'asyir Bakal Ditingkatkan

"Untuk sidang selanjutnya, pengamanan akan lebih diperketat dan kemungkinan besar akan ada tambahan personel pengamanan. Kita akan tetap mengantisipasi dan akan lebih ketat, teknisnya seperti apa, nanti," katanya usai memantau pengamanan sidang di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.
Terkait pengamanan terhadap sidang pada Selasa (12/1) yang terlihat sangat ketat, dia mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk mengamankan seluruh yang hadir dalam persidangan.
Dalam hal ini, kata dia, pihaknya mengerahkan sebanyak 1.164 personel gabungan yang melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup.
Menurut dia, seluruh personel itu ditempatkan di titik-titik tertentu mulai dari Pulau Nusakambangan, Dermaga Wijayapura, hingga PN Cilacap.
Selain itu, lanjut dia, pengamanan juga dilakukan di sejumlah objek vital termasuk wilayah perairan.
"Ini untuk pengamanan kita semua, baik bagi ABB (Abu Bakar Ba'asyir), masyarakat yang datang dan masyarakat sekitar, katanya.
Dari pantauan, pengamanan PN Cilacap dilakukan secara berlapis karena setiap pengunjung yang memasuki halaman kantor pengadilan itu harus menjalani pemeriksaan badan dan barang bawaan oleh petugas di pintu gerbang.
Kendati telah diperiksa di pintu gerbang, pengunjung sidang juga harus menjalani pemeriksaan di pintu masuk gedung PN Cilacap.
Selain itu, ruas Jalan Letjen Suprapto yang berada di depan PN Cilacap juga ditutup oleh petugas.
Bahkan di simpang tiga Jalan Letjen Suprapto yang berdekatan dengan perlintasan sebidang kereta api, petugas Polres Cilacap bersama Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah memasang barikade kawat berduri dan menempatkan tiga unit kendaraan "water canon".
Sementara terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dibawa dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, menuju PN Cilacap dengan menggunakan kendaraan Baracuda milik Brimob.
Selain itu, tim jaksa penuntut umum juga diangkut menggunakan kendaraan taktis milik Brimob saat meninggalkan PN Cilacap.
Sidang PK Ba'asyir yang digelar pada hari Selasa (12/1) dihadiri sekitar 700 orang simpatisan dan pendukung pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo itu.
Akan tetapi tidak semua massa simpatisan dan pendukung Ba'asyir bisa memasuki ruang sidang sehingga sebagian besar berada di halaman dan ruas jalan depan PN Cilacap.
Selama persidangan, mereka tidak henti-hentinya meneriakkan takbir dan dukungan serta yel-yel "Bebaskan Ustaz Abu".
Berdasarkan keputusan sidang pada hari Selasa (12/1), sidang lanjutan terhadap PK yang diajukan Ba'asyir akan digelar pada tanggal 26 Januari 2016 dengan agenda penyampaian tanggapan jaksa penuntut umum dan pemeriksaan saksi.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
