
Antimo dan Pantoprazole Bakal Diekspor

"Saat ini pasar ekspor kami baru Kamboja dan produknya baru Ibuprofen," kata Direktur Produksi PT Phapros Tbk. Barokah Sri Utami di Semarang, Jumat.
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah merencanakan perluasan pasar ekspor hingga ke regional atau kawasan ASEAN dengan menambah produk yang diekspor.
"Beberapa produk yang ke depan akan kami ekspor juga di antaranya Antimo dan Pantoprazole," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan segera melakukan ekspor antimo ke Nigeria dan Afganistan.
Meski tidak menyebutkan secara pasti waktu ekspor tersebut, dia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan ekspor dalam waktu dekat.
Ke depan, pihaknya juga akan segera melakukan ekspor untuk FGC atau Fix Dose Combination untuk obat tuberkulosis. Namun, untuk melakukan ekspor tersebut harus ada sertifikat dari WHO.
"Untuk pengurusan sertifikat dari WHO, kami memerlukan waktu yang tidak sebentar," katanya.
Terkait dengan prosedur ekspor saat ini, pihaknya sedang terkendala oleh nomor izin edar yang keluarnya ditentukan oleh negara tujuan ekspor.
"Dalam hal ini kami tetap harus menyesuaikan prosedur dari negara tujuan ekspor. Regulasi ini harus diharmonisasikan antara negara tujuan dan kami," katanya.
Akibat dari kendala tersebut, target nilai ekspor pada tahun ini tidak akan terealisasi. Dari target ekspor sebesar Rp5 miliar, sejauh ini pencapaiannya baru Rp700 juta.
Secara keseluruhan, target omzet pada tahun ini mencapai Rp661 miliar, sedangkan pencapaian sejauh ini sudah Rp578 miliar.
"Dari sisa waktu hingga akhir tahun ini kami optimistis target tersebut dapat terealisasi," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
