Logo Header Antaranews Jateng

Sibagus Jamin Tindak Tegas PNS Korupsi

Rabu, 11 November 2015 09:49 WIB
Image Print
Calon Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho Sarasprono (kanan) didampingi calon wakilnya, Agus Sutyoso ketika berkunjung ke Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Foto: AZM

"Saya pastikan dana pembangunan sampai ke bawah dan tidak akan dipotong lagi jika jadi wali kota," kata calon wali kota Semarang Sigit Ibnugroho Sarasprono.

SiBagus diusung oleh koalisi tiga partai politik, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2015.

Menurut Sigit, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan hasil pembangunan yang tidak maksimal yang pada akhirnya justru menyusahkan warga, seperti pembangunan talud yang asal-asalan.

"Talud dibangun dengan kualitas tidak baik. Akhirnya, justru menyusahkan warga. Makanya, saya harus turun langsung untuk mengecek apakah pengerjaan pembangunan dilakukan dengan baik," katanya.

Apabila ternyata ada oknum PNS yang terbukti melakukan korupsi, kata dia, pihaknya tidak akan segan-segan untuk membawanya kepada penegak hukum karena tindakannya merugikan masyarakat.

Ia menjelaskan uang yang digunakan untuk pembangunan diambilkan dari pajak yang ditarik kepada masyarakat sehingga semestinya harus disalurkan secara utuh agar pembangunan dinikmati masyarakat.

"Mafia birokrasi, mafia proyek, akan saya berantas. Soal proyek yang asal-asalan, saya akan minta semua pejabat hingga tingkat kelurahan untuk melakukan pengawasan secara ketat," tegasnya.

Bahkan, Sigit juga mengaku tidak takut untuk menegakkan sesuatu yang benar, termasuk memberantas korupsi karena tidak perlu takut sepanjang bekerja secara ikhlas dan tulus untuk rakyat.

"Saya akan memulai pemerintahan Kota Semarang yang bersih dimulai dari diri saya sendiri. Saya tidak akan menerima apapun dari dinas atau birokrat nantinya jika jadi wali kota," katanya.

Jangan sampai, kata dia, posisinya sebagai wali kota "tersandera" gara-gara politik balas budi yang pada akhirnya akan menghambat terciptanya pemerintahan dan birokrasi yang bersih.

"Saya optimistis bersama PNS yang lurus ke depannya bisa bertindak tegas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Semarang, baik dalam bidang fisik maupun jasa," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026