
Jateng Prediksi Raih 62 Medali Emas pada PON 2015
Rabu, 16 September 2015 14:21 WIB

"Setelah saya hitung-hitung kita hanya meraih 62 medali emas atau delapan persen dari jumlah nomor yang dipertandingkan sebanyak 753 nomor. Ini pencapaian yang realistis untuk PON mendatang," katanya.
Ia mengatakan, kalau dirinya berbicara dengan teman-teman tentunya mereka akan mengatakan Jateng bisa meraih 100 keping emas tetapi itu tidak realistis. "Kalau 62 medali emas merupakan hitungan yang realistis dan dengan jumlah perolehan itu, kita masih bisa bertengger di peringkat keempat," katanya.
Menurut dia, ada bebarapa cabang olahraga yang pencapaiannya menurun dibandingkan pada PON XVIII/2012 Riau, misalnya pada saat di Riau bisa meraih enam medali emas maka di Jabar diperkirakan hanya meraih tiga emas.
Cabang olahraga atletik yang pada PON di Riau meraih tujuh medali emas diperkirakan bakal turun mengingat beberapa atlet nasional asal Jawa Tengah pindah ke daerah lain seperti Triyaningsih ke DKI Jakarta kemudian Agus Prayogo ke Jawa Barat.
Padahal pada PON di Riau, Triyaningsih menyumbangkan dua medali emas dari nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter putri kemudian Agus Prayogo juga menyumbangkan dua medali emas dari nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter putra.
Ia mengatakan, untuk mencapai itu dirinya menerjunkan tim pendamping yang mengampu beberapa cabang olahraga. Tim pendamping tersebut diambilkan dari pengurus KONI Jateng untuk memantau perkembangan cabang olahraga yang bersangkutan.
Sementara itu pengurus KONI Jateng bidang kesejahteraan atlet Ahmad Ris Ediyanto yang akrab disapa Ade Oesman yang menjadi salah satu pembicara pada pelatihan tersebut mengatakan, ketua umum memprediksikan sebanyak itu karena sekarang ini sudah ada beberapa cabang olahraga yang menjalani babak kualifikasi atau pra-PON.
Bahkan, kata dia, sudah ada dua cabang olahraga milik Jawa Tengah yang tidak lolos dari babak kualifikasi artinya tidak bisa tampil pada pesta olahraga multieven empat tahunan di Jawa Barat mendatang yaitu drumband dan sofball putri.
Ia menyebutkan, pada PON di Jawa Barat mendatang, Jateng menetapkan ada delapan cabang olahraga unggulan yaitu panjat tebing, paralayang, atletik, sepatu roda, taekwondo, anggar, pencak silat, dan aeromodelling.
Ade Oesman menambahkan, tempat pelaksanaan PON dari waktu ke waktu terus bertambah, yaitu mulai dari PON XV/2000 Jawa Timur tersebar di empat kabupaten/kota yaitu Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Jember.
Kemudian PON XVI/2004 Palembang tersebar di enam kabupaten/kota yaitu Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Pagar Alam, Indralaya, dan Prabumulih. Pada PON XVII/2008 Kalimantan Timir juga di enam kabupaten/kota yaitu Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Tarakan, dan Brau.
Pada PON XVIII/2012 Riau tersebar di 10 kabupaten/kota yaitu Pekanbaru, Pelelawan, Siak, Bengkalis, Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, dan Kuantan.
Kalau pada PON XIX/2016 di Jawa Barat mendatang bakal tersebar di 15 kabupaten/kota yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Cimahi, Bogor, Indramayu, Pangandaran, Subang, Karawang, Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Ciamis.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
