
Dubes: Warga Negara Indonesia di Mesir Aman

"TKW Indonesia di Mesir tidak kena dampak di negara tersebut, mereka itu keberadaannya menyebar dan bisa menjaga dirinya sendiri," kata Nurfaizi Suwandi seusai menempuh ujian doktor di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin.
Ia mengatakan warga negara Indonesia yang berada di Mesir ada sekitar 5.000 orang dan sepertiganya tenaga kerja wanita (TKW).
"Saya sudah memberikan peringatan-peringatan kepada warga negara Indonesia yang ada di Mesir untuk tidak berhubungan dengan persoalan di dalam negeri Mesir dan apabila menemui masalah agar secepatnya untuk menghubungi Kedutaan Indonesia yang ada di Mesir," katanya.
Dikatakan mengenai masalah TKW sebenarnya Mesir itu bukan merupakan negara tujuan seperti di Malaysia atau yang lainnya. Mesir sendiri merupakan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri.
"Indonesia dan Mesir tidak ada perjanjian pengiriman tenaga kerja ataupun MoU (Memorandum of Understanding) yang layaknya dilakukan Indonesia dengan negara tujuan TKW-PLRT (penata laksana rumah tangga), tetapi masih terdapat ribuan TKW-PLRT di Mesir, baik yang tercatat maupun tidak tercatat di KBRI Cairo Mesir, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan mereka menjadi TKW-PLRT adalah ilegal (melanggar hukum Mesir)," katanya.
Ia mengatakan Undang-Undang Mesir tidak mencantumkan masalah TKW-PLRT sebagaimana negara tujuan pengiriman Indonesia ke luar negeri. Hal ini mengakibatkan rentannya status dan kondisi TKW-PLRT yang bekerja di Mesir.
Ia mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi di Mesir juga kurang menguntungkan, karena hanya tumbuh sekitar tiga persen. Untuk itu harus diwaspadai kepada mereka yang akan menjadi TKW-PLRT di Mesir.
Nurfaizi mengatakan TKW yang datang ke Mesir pada umumnya lewat jalur yang tidak resmi. Untuk mengurangi persoalan tersebut semenjak Pemerintah Presiden Joko Widodo, ada pemulang TKW secara gratis.
"Program ini sudah berjalan beberapa bulan dan kami setiap bulan rata-rata memulang tiga sampai empat TKW ke tanah air secara gratis," katanya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
