
Persis Tumbangkan Persiba 3-0

Meskipun kemenangan besar Persis Solo atas Persiba, hasilnya tidak memengaruhi tim itu bisa lolos ke babak selanjutnya. Akan tetapi, Bayu Andra dan kawan-kawan memberikan contoh sportifitas dalam suatu pertandingan sepak bola.
Mereka tetap bermain sesuai ciri khasnya dengan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang hasilnya cukup memuaskan.
Pada pertandingan Persis melawan Persiba yang disaksikan sekitar lima ribu penonton itu, kedua tim bermain cukup taktis.
Kedua kesebelasan menampilkan kebolehannya untuk saling menyerang ke gawang lawan.
Persis yang bermain dengan tempo sedang berhasil lebih dahulu membuat gol ke gawang Persiba pada menit ke-9 babak pertama melalui kaki kapten tim, Bayu Andra.
Gol Bayu dari tendangan bebas beberapa meter dari luar kotak penalti yang mengarah pojok gawang, tidak mampu diantisipasi kiper Putut Jati Purnomo sehingga kedudukan menjadi 1-0.
Persis yang unggul satu gol terus menekan pertahanan Persiba, sehingga merepotkan pemain barisan belakang lawan untuk menghalau bola.
Bahkan, seranga Persis kembali membuahkan gol menit 38 melalui sundulan kepala Bayu Nugroho yang berhasil memanfaatkan umpan silang dari Bayu Andra, sehingga memngubah kedudukan menjadi 2-0.
Sebaliknya, Persiba yang diperkuat mayoritas pemain mudanya bermain penuh semangat melakukan serangan untuk mengejar ketinggalannya.
Namun, barisan Persis cukup solid untuk ditembus pemain depan Persiba, sehingga kedudukan tetap bertahan 2-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pada pertandingan terakhirnya babak penyisihan melawan Persiba, Persis tetap konsisten menampilkan permainan terbaik untuk mengalahkan lawan, sedangkan Persiba meski sudah lolos ke babak delapan besar juga bermain penuh semangat.
Namun, Persis kembali membuat gol ke gawang Persiba pada menit 56 melalui tendangan keras Ainudin Defira sehingga mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk tim tuan rumah.
Gol Persis berawal dari kerja sama yang baik antara Johan Yoga, Qoiron Sandy, dan Ainudin. Qoiron yang membawa bola dari sektor kanan kemudian memberikan umpan silang ke depan gawang diterima dengan sundulan kepala oleh Johan kepada Ainudin yang langsung melakukan tendangan ke arah gawang hingga bola masuk.
Persis yang sudah unggul tiga gol atas Persiba, sekitar 15 menit tersisa di babak kedua kelihatan menurunkan tempo permainan. Hal itu justru dimanfaatkan Persiba untuk menekan kepertahanan Persis.
Bahkan, Persiba memasukkan dua pemain utama Ugik Sugianto yang menggantikan Krisdriyanto dan Aulia Ardi menggantikan Munir untuk meningkatkan serangan dan membuat peluang gol.
Namun, Persis yang menampilkan pemain barisan belakang kuartet, Akbar Riansyah, Rico Fernanda, Sabani, dan Qoiron Sandy bermain solid sehingga pertahanan tuan rumah masih sulit ditembus lawan.
Persiba melakukan serangan melalui Aulia Ardi dan Heru Kuswanto, namun tendangan mereka masih sering dihalau pemain belakang Persis, sehingga tidak mengubah kedudukan atau tetap 3-0 hingga babak kedua usai.
Wasit Muhaimin Iskandar asal Blitar yang memimpin pertandingan itu mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Suni Hisbulloh (Persiba), Akbar Riansyah dan Rico Fernanda (Persis).
Manajer Tim Persiba Endro Sulastomo mengatakan timnya melawan Persis sudah bermain maksimal, sedangkan mayoritas yang diturunkan memang pemain muda dengan jumlah sekitar 80 persen.
Namun, pada babak kedua beberapa pemain inti Persiba telah dimasukan untuk mengejar ketinggalan, tetapi hasilnya belum optimal.
"Saya sengaja menurunkan pemain yang jarang diturunkan untuk menghindari adanya kartu kuning, karena enam pemain pada pertandingan sebelumnya sudah mendapatkan kartu. Kami telah mempersiapkan pada pertandingan di delapan besar," katanya.
Direktur Olahraga Persis Solo Totok Supriyanto mengatakan kemenangan Persis melawan Persiba membuktikan bahwa timnya harus bermain dengan ciri khas bola-bola pendek berpola.
"Kami mampu mencetak tiga gol, meski Persiba tidak menurunkan semua pemain intinya," katanya.
Menurut dia, Persis yang gagal lolos ke babak selanjutnya, untuk sementara dibubarkan terlebih dahulu sambil melihat kapan ada jadwal kompetisi digulirkan.
"Pemain silakan mau bergabung dengan tim mana saja. Begitu juga pelatih belum bisa ditentukan. Kami segera rapat untuk mengawali kembali ke nol kembali pemilihan pelatih dan pemain ke depan," katanya.
Pada babak penyisihan Grup C Piala Kemerdekaan, tim yang lolos, yakni Persiba Bantul dengan nilai 10 poin dan disusul Persinga Ngawi sembilan poin setelah berhasil mengalahkan PPSM Magelang dengan skor 2-0. Persis yang mendapat delapan poin hanya menempati urutan keempat setelah PPSM yang sembilan poin.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
