
Harga Beras Naik 20 Persen

Seorang pedagang sembako, Munawaroh, di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa saat ini harga beras kualitas biasa mencapai Rp9.200 per kilogram atau naik sekitar 20 persen dibandingkan dengan sebelumnya yang Rp9.000/kg.
"Kami tidak tahu persis penyebab kenaikan harga beras itu apakah pengaruh jebloknya nilai rupiah terhadap kurs dolar atau akibat musim kemarau," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga beras tersebut sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu karena pasokan bahan baku makanan pokok itu mulai tersendat.
"Kami perkirakan harga beras akan terus naik hingga mencapai Rp10.000/kilogram. Oleh karena itu, kami berharap pada pemerintah dapat menyetabilkan harga bahan pokok itu," katanya.
Selain beras, kata dia, kemungkinan sejumlah harga sembako lainnya, seperti daging ayam juga ikut naik.
Seorang pedagang ayam potong, Rodiyah, mengatakan saat ini para pedagang ayam mulai resah karena omzet penjualannya menurun yang disebabkan permintaan masyarakat terhadap daging ayam juga sepi.
"Saat ini harga ayam potong masih seperti pada Lebaran lalu, yaitu mencapai Rp35.000/kg padahal normalnya, harga ayam potong hanya sekitar Rp30.000/kg," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan Supriono mengatakan pemkot menjamin persediaan sembako masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Terkait kenaikan harga beras dan daging, kami segera melakukan pantauan di pasar. Akan tetapi, kami berharap warga tidak perlu resah karena stok sembako masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
