Logo Header Antaranews Jateng

Guguran Vulkanis Terjadi di Gunung Merapi

Selasa, 11 Agustus 2015 22:31 WIB
Image Print
Sejumlah warga berada di tengah jembatan gantung Merapi di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (19/7). Warga Boyolali dan luar kota memanfaatkan area jembatan gantung Merapi sebagai lokasi wisata untuk menikmati pemandangan Gunu

Petugas pemantau Gunung Merapi Pos Babadan Yulianto di Magelang mengatakan bahwa gempa guguran terjadi pukul 07.52 WIB tersebut tercatat di seismograf dan terdengar suara gemuruh serta terlihat secara visual.

"Suara gemuruh dari guguran material tersebut terdengar selama beberapa detik," katanya.

Secara visual terlihat asap putih yang timbul dari gesekan antara batu, abu dan pasir di lereng Gunung Merapi. Material guguran tersebut meluncur sekitar 900 meter menuju hulu Sungai Lamat.

Guguran itu terjadi karena faktor eksternal. Pada musim kemarau seperti sekarang, material vulkanis yang cenderung kering dan labil sewaktu-waktu bisa meluncur turun karena angin kencang di lereng gunung tersebut.

"Ditambah dengan kondisi lereng yang terjal, guguran tersebut seringkali menimbulkan asap tebal," katanya.

Karena faktor eksternal, pada tanggal 1--10 Juli 2015 terjadi gempa guguran sebanyak 27 kali. Selama Juli 2015, gempa guguran terpantau, bahkan mencapai hingga 397 kali.

"Pada musim kemarau seperti sekarang, berapa pun gempa guguran yang terjadi tidak menjadi masalah dan tidak mengindikasikan apa-apa, karena semuanya terjadi akibat faktor cuaca dan kondisi material," katanya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026