
Pemkab Minta PKL Segera Manfaatkan Bantuan Lapak

"Dari 24 desa di Kabupaten Kudus yang mendapatkan bantuan bangunan lapak PKL, tercatat baru 18 desa yang sudah memanfaatkannya, sedangkan lainnya hingga kini belum juga memanfaatkan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan Pasar Bambang Gunadi di Kudus, Jumat.
Desa yang belum memanfaatkan keberadaan lapak PKL tersebut, yakni Desa Bacin, Peganjaran, Garung Lor, Tumpang Krasak, Megawon, dan Kedungdowo.
Sebelumnya, kata dia, ada yang beralasan bahwa pemanfaatannya menunggu ketersediaan jaringan listrik, namun hingga kini belum juga ditempati pedagang.
Ia mengakui desa lain yang sudah memanfaatkan lapak PKL tersebut, memang belum semua lapak yang ada di desa setempat ditempati semua PKL.
"Secara bertahap, kami akan mendorong pemerintah desa setempat mengupayakan agar ditempati para pedagang," ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata dia, semua pedagang yang sudah tercatat sebelumnya sebagai pedagang yang akan menempati lapak PKL akan diundang.
"Kami ingin mengetahui alasan hingga sekarang belum menempati lapak tersebut, jika memang mampu kami tentu akan mencarikan solusi atas kendala yang mereka hadapi," ujarnya.
Apabila mereka tidak bersedia menempati, Dinas Perdagangan Kudus akan mencari pedagang di luar desa setempat yang memang bersedia menempatinya.
Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus, jumlah lapak PKL yang diterima masing-masing desa bervariasi karena ada desa yang mendapatkan tujuh lapak dan ada pula yang mendapatkan 20 lapak.
Pagu anggaran untuk tujuh lapak sebesar Rp75 juta, sembilan lapak Rp98 juta, 17 lapak Rp170 juta, dan 20 lapak Rp117,5 juta.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
