
Industri Diminta Komitmen Gunakan Pipa Gas

"Kami berharap ada komitmen dengan industri, dengan demikian mereka jelas akan menggunakan gas pipa tersebut," kata Commercial and Technical Director PT Pertagas Niaga Eko Agus Sardjono di Semarang, Kamis.
Pihaknya optimistis, jika gas pipa telah disediakan oleh Pertagas Niaga yang merupakan anak perusahaan dari Pertamina maka industri akan datang untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Apalagi, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang ke depan akan banyak didatangi oleh industri.
"Konsepnya adalah infrastruktur dalam hal ini energi disiapkan terlebih dahulu, baru kemudian industri baru datang. Kami optimis banyak industri yang tertarik untuk datang karena provinsi lain di Pulau Jawa sudah tidak lagi kondusif seiring dengan tingginya upah buruh di DKI Jakarta, Jabar, dan Jatim," katanya.
Untuk membidik pangsa pasar industri di Jawa Tengah, pihaknya akan membagi dalam empat klaster yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak/Kudus.
"Harapannya jika kami sudah menguasai klaster ini, penggunaan pipa gas dapat dikembangkan ke daerah lain. Misalnya kami sudah menguasai industri di Kabupaten Semarang, selanjutnya kami akan bergeser ke Salatiga, begitu seterusnya," katanya.
Mengenai keberlangsungan pasokan gas dari pipa gas tersebut, pihaknya meyakini pasokannya bisa antara 5-15 tahun. Panjang atau pendeknya waktu tergantung dari pasokan gas yang disediakan oleh lapangan atau kondisi bawah tanah.
"Meski demikian kami akan menjamin keberlangsungan pasokan tersebut melalui compressed natural gas (CNG), untuk pasokan gas melalui CNG ini waktunya bisa mencapai 30-40 tahun," katanya.
Untuk pasokan CNG ini pihaknya dapat mendatangkan dari beberapa sumber gas di Indonesia salah satunya Bontang. Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaku industri tidak perlu khawatir terkait ketersediaan gas.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
