
Selama Ramadhan, Beras Aman

"Stok beras yang sudah masuk ke gudang-gudang yang ada di sub divre ini sekarang mencapai sekitar 25 ribu ton," kata Kepala Perum Bulog Sub Divre I Semarang Sugiarni di Semarang, Selasa.
Hal tersebut diungkapkan usai siraman rohani menjelang Ramadhan yang diikuti jajaran Bulog Sub Divre Semarang, termasuk kepala-kepala gudang Bulog yang berada di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan tingkat konsumsi beras masyarakat selama ini sekitar 4.000 ton/bulan sehingga ketersediaan beras sebanyak itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai lima bulan ke depan.
"Dari stok (beras, red.) yang ada ini pun masih terus akan bertambah karena masih ada masa tanam (MT) II pada tahun ini. Makanya, kami pastikan stok beras selama Puasa aman," katanya.
Bulog Sub Divre Semarang membawahi enam kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Semarang.
Di enam kabupaten/kota itu, pihaknya memiliki setidaknya delapan gudang untuk menampung persediaan beras, antara lain Gudang Randugarut, Gudang Kaliwungu, dan Gudang Bawen.
"Kami terus pantau persediaan beras di gudang-gudang ini dan sampai saat ini aman. Namun, kami juga terus memaksimalkan pengadaan dari gabungan-gabungan kelompok tani (gapoktan)," katanya.
Dengan tercukupinya stok, kata dia, potensi permainan harga beras saat Ramadhan atau mendekati Lebaran diharapkan bisa dicegah, sebab biasanya memang terjadi kenaikan harga beras.
"Untuk operasi pasar, kami tidak bisa bertindak sendiri. Harus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota karena mereka yang lebih berwenang untuk melakukan operasi pasar," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
