
Nelayan Semakin Dipermudahkan dalam Beroperasi

"Kami mengembangkan kartu nelayan dan kartu BBM untuk nelayan. Adapun perbedaan kedua kartu tersebut, yakni kartu nelayan diberikan kepada seluruh nelayan, sedangkan kartu BBM diberikan kepada para nelayan yang memiliki kapal," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Lalu Muhammad Syafriadi di Semarang, Senin.
Muhammad Syafriadi berharap kartu BBM tersebut bisa memudahkan para nelayan untuk memperoleh solar sehingga operasinal mereka dalam mencari ikan bisa lebih mudah tanpa harus repot dengan kesulitan memperoleh bahan bakar.
Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan sumber daya laut, salah satunya dengan menenggelamkan terumbu karang buatan di sejumlah titik.
"Belum lama ini, kami sudah menenggelamkan terumbu karang buatan di laut Batang. Dengan harapan di sana makin banyak sumber daya laut yang bisa dinikmati masyarakat sekitar. Untuk program ini, kami namakan 'fish department'," katanya.
Sementara itu, untuk memastikan surat-surat yang dibawa oleh nelayan memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan lalu lintas laut, pihaknya melakukan evaluasi kembali izin-izin kapal tersebut.
"Mengenai izin ini, ada peraturan menteri yang harus ditindaklanjuti. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan KSOP dan UPP di sejumlah pelabuhan di Jateng," katanya.
Diakuinya ada sejumlah izin yang harus dilengkapi oleh para pemilik kapal. Jika belum lengkap, kapal tidak boleh beroperasi sehingga berpotensi merugikan para nelayan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar para pemilik kapal lebih tanggap untuk melengkapi kapal dengan seluruh surat izin.
"Mengenai perizinan ini memang harus ada sosialisasi karena kami bertugas membina para nelayan. Apalagi, saat ini adalah era kemaritiman," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
