
Pemkab Temanggung Buka Posko Pengaduan Beras Plastik

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti di Temanggung, Senin, mengatakan pihaknya secara terbuka menerima berbagai bentuk pengaduan dari masyarakat yang menemukan indikasi peredaran beras palsu tersebut.
"Bagi yang mendapat informasi atau telah secara nyata menemukan beras sintetis di Temanggung sila melapor kepada kami," katanya.
Ia menuturkan laporan yang masuk nantinya digunakan sebagai dasar proses sidak di berbagai pedagang beras atau penanganan lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah peredaran beras sintetis itu.
Ia mengatakan dari pantauan yang dilakukan tidak ditemuan peredaran beras sintetis di Temanggung.
"Selama ini kami belum menemukan beras sintetis yang membahayakan kesehatan tersebut," katanya.
Ia mengatakan guna mengetahui beras asli atau palsu, masyarakat perlu mengetahui ciri-cirinya, untuk beras sintetis jika direndam maka beras mengapung.
"Jika menemukan beras mengapung saat direndam perlu dicurigai keasliannya," katanya.
Selain itu, beras sintetis memiliki tekstur keras dan tak mudah patah serta lembek saat dimasak, berbeda dengan beras asli kalau dimasak menjadi pulen.
"Mudah saja membedakan mana beras yang asli atau palsu, tinggal kita saja yang harus lebih waspada serta berani melapor kepada kami untuk diambil langkah selanjutnya," katanya. ***3***
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
